Jenderal Sigit mulai menjabat 27 Januari 2021 lalu. Pada 6 Mei lalu, dia tepat 100 hari bertugas sebagai Kapolri.

Kepuasan terhadap kinerja kepolisian di 100 hari kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meningkat, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jenderal Sigit mulai menjabat 27 Januari 2021 lalu. Pada 6 Mei lalu, dia tepat 100 hari bertugas sebagai Kapolri.

Survei yang dilakukan Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menunjukkan adanya peningkatan 1,3 persen kepuasan responden terhadap kinerja Polri dibanding 2020 lalu.  

"Survei terbaru menunjukkan kepuasan terhadap pelayanan Polri 84,2 persen, sementara 10,3 persen responden menyatakan belum sepenuhnya puas, sisanya tidak menjawab. Persentase kepuasan lebih tinggi dibanding 2020 lalu yang berada di angka 82,9 persen," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan.

Menurut mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini, Polri banyak melahirkan inovasi dalam pelayanan publik pada tiga bulan terakhir.  

Mulai dari dari terobosan memberlakukan tilang elektronik, kepolisian sektor tidak lagi mengurus kasus pidana, hingga aplikasi pengawasan langsung dari publik.

Diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merilis kinerjanya selama 100 hari pertama sejak dilantik pada 27 Januari 2021. Ia mengklaim telah membawa perubahan signifikan dalam memperbaiki kinerja korps baju cokelat.

Indikatornya adalah berbagai program yang sudah diluncurkan untuk mendukung tujuan tersebut. Seperti aplikasi pengaduan masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Yang lain adalah aplikasi "Propam Presisi" yang melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota polisi.

Dengan hadirnya aplikasi ini kinerja polisi dapat diawasi tidak hanya secara internal, tetapi juga secara eksternal. Aplikasi lain yang diluncurkan adalah aplikasi SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) dan e-PPNS (Penyidik Pengawal Negeri Sipil) berbasis online.

Tujuannya juga sebagai bentuk transparansi penyidikan. Diharapkan juga tidak ada lagi sumbatan komunikasi atau informasi terkait penyidikan sebuah kasus.

Selanjutnya adalah aplikasi SIM Nasional Presisi (Sinar). Peluncuran aplikasi untuk ponsel pintar tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan masyarakat, mengenai pembuatan hingga perpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).

Lalu sistem Rekruitmen Proaktif (Rekpro) melalui aplikasi e-Rekpro dan Binmas Online System (BOS) Versi 2. Aplikasi ini dapat digunakan untuk membuat laporan yang berkenaan dengan kegiatan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas.

"Program-program itu merupakan komitmen Polri dalam rangka menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin modern, prima, dan menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan perubahan dan perkembangan sosial dan budaya masyarakat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono Sabtu (8/5/2021) kemarin.

"Peluncuran aplikasi tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang sudah semakin akrab dengan dunia digital dan sangat menekankan pada kecepatan dan kemudahan mendapatkan pelayanan," sambung Argo.

Menurut Argo, peluncuran aplikasi tersebut bagian dari 16 program prioritas Kapolri tentang penataan kelembagaan.