Tiga bulan pertama, perekonomian Indonesia bertengger di angka minus 0,74 persen. Artinya, masih resesi ekonomi. Kira-kira bisa menggapai target 2021 yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 5 persen?

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo),  Fikri C Permana punya analisa yang cukup mengejutkan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam skenario pesimis dan moderat hingga akhir tahun 2021.

Dikutip dari Okezone, Fikri mengatakan, pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021, diprediksi lebih tinggi dibandingkan kuartal lain. Alasannya, ada momentum Ramadan dan Idulfitri. Begitu pula dengan kuartal IV/2021, angkanya lumayan gede karena ada momentum Natal dan libur akhir tahun.

Dalam skenario pesimis, kata dia, jika pada kuartal II/2021 tidak mencapai 7%, atau berada di kisaran 4,5% hingga 5%, kemungkinan hingga akhir 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 3,9%. "Itu pun dengan asumsi rupiah dan tingkat imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) akan terjaga. Rupiah kami perkirakan masih akan berada di Rp14.700 dengan skenario pesimis dan yield SUN akan berada di angka 6,9% seiring dengan inflasi ataupun yield US Treasury yang berada di level 2% nantinya," ujar Fikri dalam Market Review IDX Channel, Senin (10/5/2021).

Sementara dalam skenario moderat, apabila pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 6% hingga 6,5% pada kuartal II/2021, maka pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 bisa berada di angka 4,4%. "Itupun dengan catatan nilai tukar rupiah bisa berada antara Rp14.300, yield SUN bisa berada diantara sekitar 6,2%, lalu yield US Treasury bisa berada di level saat ini antara 1,5%-1,6%," jelas Fikri.

Fikri melanjutkan, jika pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 bisa mencapai 7% maka pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2021 bisa mendekati angka 4,9% hingga 5%. Dengan catatan nilai tukar rupiah bisa berada di bawah Rp14.000 antara Rp13.800-Rp14.000. "Itupun dengan yield SUN yang kami harapkan berada di sekitar 5,6%-5,8% nantinya. Dengan harapan yield US Treasury bisa terjaga di bawah 1% atau setidaknya antara 1%-1,3%," tandasnya.