Karena resiko tugas tersebut sangat tinggi, karena termasuk resiko warisan nama jelek kepada keluarga – bahkan bisa sampai ke akhirat karena dosa

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu ikut merespon pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqodqas berotak sungsang.

Akibat dari pernyataannya tersebut, Muhammad Said Didu mengatakan, jika tugasnya di Kantor Staf Presiden termasuk berkata kasar kepada orang-orang yang mengkritik pemerintah, maka Ia mengusulkan gaji Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin untuk dinaikkan.

“Jika tugas pak Ngabalin sebagai pejabat KSPgoid termasuk berkata-kata kasar ke pihak yang mengeritik pemerintah, maka saya usulkan gajinya dinaikkan,” demikian cuitan Said Didu, Kamis 13 Mei 2021.

Said Didu menilai risiko kerja Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Presiden (KSP) sangat tinggi. 

“Karena resiko tugas tersebut sangat tinggi, karena termasuk resiko warisan nama jelek kepada keluarga – bahkan bisa sampai ke akhirat karena dosa,” tulisnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Presiden (KSP) Ali Ngabalin dalam akun Twitter pribadinya mengatakan “Otak sungsang yang gini merugikan persyarikatan, Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan ummat yang kuat berwibawa tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,” ujarnya.

“Cocoknya mas busro di LSM anti korupsi atau masuk parpol sekalian. rasanya anda tidak cocok menjadi pimpinan Muhammadiyah,” imbuhnya.

Pernyataan Ngabalin tersebut diungkapkannya saat merespon pernyataan Busyro Muqqodas yang menyebut Riwayat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tamat di tangan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Sejak UU KPK direvisi, dengan UU 19/2019, di tangan Presiden Jokowi lah KPK itu tamat riwayatnya. Jadi bukan dilemahkan, sudah tamat riwayatnya,” kata Busyro.