Dufry adalah sebuah perusahaan duty free terkemuka di dunia yang berkantor pusat di Switzerland didirikan pada tahun 1865. 

Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati melakukan kunjungan ke Amerika Serikat sejak Selasa (11/5/2021) untuk membahas sejumlah kerja sama di bidang energi dan investasi. Lantas, apa saja kesepakatan kerja sama yang didapat keduanya dalam kunjungannya tersebut?

Erick Thohir bertemu dengan salah satu founder Dufry, Luis Andres N Holzer. Dufry adalah sebuah perusahaan duty free terkemuka di dunia yang berkantor pusat di Switzerland didirikan pada tahun 1865. 

Di bidang ritel, ekspor impor dan specialty store, Erick dikutip CNBC Indonesia menegaskan kembali komitmen dan kerja sama salah satu BUMN yaitu Sarinah dengan Dufry.

Dalam kerja sama tersebut, Sarinah akan menyediakan lahan untuk Dufry di Sarinah Thamrin dan membantu pengembangan bisnis duty free di pelabuhan udara internasional di Indonesia lainnya. Kerja sama resiprokal ini memberi peluang Indonesia dan Sarinah hadir di berbagai gerai bebas bea Dufry di seluruh dunia.

Dufry akan menindak-lanjuti usulan Erick dan komitmen dengan Sarinah agar dalam 5 tahun ke depan dibuka 100 gerai duty free Dufry pilihan di dunia yang menjajakan produk unggulan UMKM dan komoditas Indonesia, antara lain seperti kopi, teh, rempah-rempah, produk kecantikan dan kesehatan serta ekspor rotan, mebel, wastra, serta berbagai hasil bumi nusantara.

"Kita bisa memulai dengan 10 produk super prioritas, super unggul dan super diminati di pasar duty free dan ekspor dulu, selain agar kita fokus, juga dimaksudkan untuk memperoleh consumers insights yang lebih dalam dari dinamika pasarnya," kata Erick dalam keterangan resminya dikutip Minggu (16/5/2021).

Kemudian, Erick Thohir menghadiri penandatanganan amandemen kerja sama dalam proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl eter (DME) antara PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Pertamina, dan Air Products.

Perjanjian itu sekaligus menjadi kesepakatan processing service agreement atas proses gasifikasi batu bara yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatra Selatan dipastikan akan dilanjutkan untuk mengurangi ketergantungan pada impor liquefied petroleum gas (LPG) dan subsidi LPG pemerintah.
Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah mendukung penuh proyek gasifikasi tersebut karena dapat mengurangi ketergantungan pada impor, juga menghemat cadangan devisa, dan menyerap tenaga kerja.

"Kerja sama gasifikasi batu bara bisa menghemat cadangan devisa hingga 9,7 triliun rupiah per tahun dan menyerap 10.000 tenaga kerja," ujar Erick.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dengan PTBA dan Air Products yang dilakukan secara virtual.
Selain menandatangani perjanjian dengan Air Products dan PTBA, Nicke juga meneken kerja sama dengan Albermarle untuk proyek pabrik katalis yand akan dibangun  di dalam negeri.

“DME ini nantinya akan menjadi substitusi LPG serta pembangunan pabrik katalis dapat mensubstitusi katalis yang saat ini mayoritas masih import,” ujar Nicke di akun Instragram @nicke_widyawati.

Selain itu, Nicke juga juga bertemu dengan Exxonmobil untuk menjajaki teknologi Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS) baik untuk mengurangi emisi karbon di proyek gasifikasi batubara maupun digunakan untuk meningkatkan produksi hulu migas melalui CO2 Enhance Oil and Gas Recovery.