Respon dari Beijing ini menyusul kabar yang beredar sebelumnya yang menyebutkan bahwa  pihak Departemen Kehakiman AS yang mengajukan tuntutan pidana pada hari Senin  kemarin terhadap Meng Wanzhou.

Pemerintah China secara resmi mulai memberikan respon tegasnya terhadap perkembangan terkini menyangkut penahanan seorang pimpinan perusahaan raksasa tekhnologi asal China, Huawei. Laporan terkini dari Beinjing menyebutkan, seorang pejabat di kementerian perindustrian  China yang  mengatakan bahwa dakwaan yang dituduhkan  pemerintah AS terhadap pimpinan  Huawei sebagai tidak adil dan tidak bermoral.

Respon dari Beijing ini menyusul kabar yang beredar sebelumnya yang menyebutkan bahwa  pihak Departemen Kehakiman AS yang mengajukan tuntutan pidana pada hari Senin  kemarin terhadap Meng Wanzhou. Meng Wanzhou merupakan direktur keuangan perusahaan  teknologi komunikasi  China,  Huawei. Meng juga dikenal sebagai putri dari  pendiri  yang sekaligus  pemimpin tertinggi Huawei, Ren Zhengfei.

Seperti diwartakan sebelumnya, pihak  Departemen Kehakiman AS yang merinci tuduhan atas Huawei dengan menyatakan bahwa perusahaan kenamaan asal Cjhina itu telah mencuri rahasia dagang dari T-Mobile. Tuduhan tersebut  berasal dari gugatan menyangkut  rahasia perdagangan sipil yang diajukan oleh T-Mobile pada tahun 2014 atas produk  robot yang disebut "Tappy," yang digunakan untuk pengujian smartphone.

Dalam sebuah konferensi pers, penjabat Jaksa Agung AS,  Matthew Whitaker membenarkan bahwa Departemen Kehakiman sedang mengupayakan ekstradisi   Meng Wanzhou dari Kanada. Untuk dicatat, Meng Wanzhou yang telah ditahan oleh otoritas Kanan beberapa pekan lalu hingga memantik rekasi marah China beberapa hari kemudian dengan aksi menahan warga negara Kanada yang berada di China.

Laporan terkait lainnya juga menyebutkan, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang telah memecat duta besar Kanada untuk China terkait dengan sengketa diplomatik yang sedang mendera Kanada dengan China.

Serangkaian kabar ini sekaligus semakin memperumit jalannya perundingan dagang antara AS dengan China yang hingga kini masih diupayakan untuk menurunkan tensi perang dagang yang telah berlangsung. Pelaku pasar sebelumnya juga masih sangat menantikan  perkembangan terkini dari sengketa dagang AS-China beserta sejumlah masalah terkait lainnya.

">