William mengatakan selama ini belum punya dewan komisaris yang bisa memberi masukan soal aksi korporasi.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengungkap alasan dibalik bergabungnya mantan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo sebagai komisaris utama di perusahaan itu. 

Dalam wawancara yang dimuat majalah mingguan Tempo edisi 28 Januari - 3 Februari 2019, William mengatakan dirinya membutuhkan mentor berpengalaman, terutama terkait aksi korporasi seperti akuisisi maupun merger. 

"Saya butuh mentor yang memiliki rekam jejak sebagai direktur utama di beberapa perusahaan serta pernah melakukan berbagai aksi korporasi seperti akuisisi atau merger," kata William.

William melanjutkan, dirinya belum punya pengalaman dalam aksi korporasi termasuk akuisisi dan merger. Itu sebabnya, William merasa Agus Marto adalah orang tepat untuk itu. 

Bagaimana kami harus memberikan modal kerja tidak hanya kepada pedagang online tetapi juga kepada petani, nelayan dan lainnya. Navigasinya tidak mudah, secara governance harus kuat."

Selain itu, Agus dipilih lantaran perusahaan ingin memperkuat sisi financial services atau jasa keuangan digital. Ini adalah salah satu strategi Tokopedia untuk mewujudkan misi pemerataan ekonomi secara digital.

"Bagaimana kami harus memberikan modal kerja tidak hanya kepada pedagang online tetapi juga kepada petani, nelayan dan lainnya. Navigasinya tidak mudah, secara governance harus kuat," ujar William.

Lantaran selama ini Tokopedia belum punya dewan komisaris yang bisa memberikan masukan soal itu, kata William, maka dipilihlah Agus Martowardojo. 

Seperti diketahui, penunjukan Agus Marto itu diumumkan pada 9 Januari lalu. Saat itu, William hanya menyebutkan,"pengalaman dan kearifan Pak Agus Martowardojo akan sangat berharga dalam membina para pemimpin institusi Tokopedia untuk menjadi perusahaan teknologi kelas dunia." 

Kehadiran Agus Marto, kata William, akan memperkuat kinerja perusahaan yang telah berusia 10 tahun untuk mewujudkan misi pemerataan ekonomi digital. 

Seperti diketahui, Agus Martowardojo adalah orang keuangan yang pernah menjadi Dirut Bank Mandiri, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Saat menjabat Gubernur Bank Indonesia, Agus memelihara kestabilan ekonomi Indonesia termasuk kebijakan Bank Indonesia 7-days Reverse Repo Rate yang memperkuat transmisi kebijakan moneter dan upaya pengendalian inflasi yang terpadu di seluruh daerah di Indonesia.  

Saat menjabat Menteri Keuangan periode 2010-2013, Agus melakukan pengelolaan kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan dan ketahanan perekonomian nasional. Agus berperan dalam meningkatkan penerimaan negara, memperbaiki efektivitas pengeluaran negara dan memperkuat tata kelola. 

Agus juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri periode 2005-2010. Di periode tersebut, Agus juga mengembangkan bisnis Bank Mandiri melalui aksi korporasi berupa akuisisi, joint venture dan aliansi yang bersifat strategis.

Sederet penghargaan pernah diterima oleh Agus, antara lain sebagai Gubernur Bank Sentral Terbaik se-Asia Pasifik dari majalah Global Markets (EuroMoney) pada 2017, Finance Minister of the Year untuk Asia Pasifik dari The Banker (Financial Times) pada 2012, dan Asia’s Best Executive dari AsiaMoney pada 2006.[]

">