Nomor platnya  B-2829-JZZ. Asal tahu saja, Bentley Continental GT keluaran terbaru 2018, di Indonesia dijual seharga Rp 8,8 miliar.

Abdul Manaf, 64 tahun, kaget bukan kepalang ketika serombongan petugas pajak mendatangi rumahnya di gang sempit pada Senin, 28 Januari 2019. Mulutnya setengah melongo. Warga Jalan Mangga Besar IV, Taman Sari, Jakarta Barat itu disodorkan tagihan pajak mobil mewah Bentley. Padahal, jangankan mobil, untuk makan sehari-hari saja Abdul harus banting tulang. 

Para petugas penagih pajak datang ke rumah Abdul mengaku dari kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap ( Samsat) Jakarta Barat dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta.

Petugas bilang, mobil mewah itu atas nama Zulkifli. Abdul memang punya anak bernama Zulkifli. Tapi, jangankan mengendarai Bentley, Zulkifli sendiri punya masalah keterbelakangan mental. 

"Saya kaget juga dilapor begini. Duit dari mana beli mobil mewah begitu. Rumah saja kecil," kata Abdul seperti dikutip Kompas.com, Senin, 28 Januari 2019. 

Menurut petugas, mobil itu sudah tidak bayar pajak selama empat bulan, sejak 30 September 2018. 

Maka Abdul pun disodorkan tagihan. Melihat angka yang tertera di tagihan, mata Abdul pun terbelalak. Jumlahnya gila-gilaan untuk seorang Abdul. Seratus juta lebih. Pajak pokoknya Rp100.091.250. Ditambah denda Rp 8.007.300. Jadilah totalnya Rp108.098.550. 

Mobil Bentley atas nama Zulkifli itu jenis Continental GT. Nomor platnya B-2829-JZZ.  Asal tahu saja, Bentley Continental GT keluaran terbaru 2018, di Indonesia dijual seharga Rp 8,8 miliar.

Maka Abdul pun kian kebingungan dibuatnya. 

"Saya kaget Ibu tadi tuh (dari Samsat Jakbar) datang kasih undangan, enggak lama lagi datang dua orang anak buah Bapak (petugas Samsat Jakbar), terakhir datang rombongan kasih surat panggilan (pembayaran pajak kendaraan bermotor)," kata Abdul. 


Zulkifli (kiri) dan Abdul (tengah) didatangi petugas Samsat Jakarta Barat lantaran identitas salah satu anggota keluarga mereka terdaftar sebagai penunggak mobil mewah jenis Bentley yang tinggal Jalan Mangga Besar IV, Tamansari, Jakarta Barat pada Senin (28/1/2019).| Foto: Kompas.com

Abdul sendiri tinggal di sebuah rumah di gang sempir selebar 1,2 meter. Bersama istri dan anaknya bernama Zulkifli itu, Abdul menempati lantai atas sebuah bangunan. 

Jangankan tempat parkir, mobil saja sudah masuk gang itu. Hanya muat dilintasi dua motor bersisian. 

Di tengah kebingungannya mendapat tagihan pajak mobil mewah, Abdul teringat sesuatu. Dua tahun lalu, ia pernah memberikan KTP keluarganya pada seseorang yang menjanjikan sembako gratis. Walaupun tak kenal orangnya, Abdul percaya saja untuk menyerahkan KTP lantaran iming-iming sembako gratis itu tadi. Abdul berpikir, mungkin KTP-nya telah disalahgunakan. 

Setelah melihat kondisi Abdul, petugas Samsat Jakarta Barat pun mengarahkan anggota keluarga Abdul, yakni Zulkifli, untuk melakukan pemblokiran kendaraan karena merasa tidak memiliki kendaraan yang menunggak. 

Sekarang, giliran petugas Samsat Jakarta Barat ikut bingung. Kalau bukan punya Abdul atau anaknya, lalu siapa pemilik Bentley Continental itu?[]

">">">">">">