Pelaku pasar akhirnya merespon kebijakan pemerintah China terkait subsidi di pasar otomotif dengan mengikis penurunan indeks yang telah mendera sepanjang sesi awal perdagangan.

Setelah sempat menginjak zona pelemahan dalam waktu yang cukup signifikan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia akhirnya mampu kembali bertahan di zona kenaikan tipis dalam menutup sesi perdagangan pagi ini, Selasa 29 Januari 2019. Gerak IHSG yang mencoba beralih ini seiring dengan gerak indeks di bursa utama Asia yang mulai mengkis penurunan di pertengahan siang ini. Sekjumlah laporan menyebutkan, sentimen pertama datang dari menurunnya Wall Street yang kemudian menghantarkan sikap pesimis di bursa Asia.

Sentimen kemudian bertambah dengan kabar terkini menyangkut  respon China terhadap langkah yang diambil Departemen Kehakiman AS yang mengenakan tuduhan pencurian rahasia dagang terhadap pimpinan Huawei. Pergerakan indeks semakin menurun dalam, namun kemudian kabar terkini datang dari Beijing, di mana pemerintah berniat untuk memberikan subsidi di pasar otomotiv nya untuk membangkitkan pasar mobil yang sedang melesu.

Pelaku pasar akhirnya merespon kebijakan pemerintah China itu dengan mengikis penurunan indeks yang telah mendera sepanjang sesi awal perdagangan. Indeks Nikkei masih tetap turun  0,48% untuk mendarat di kisaran 20.550,25, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 0,59% untuk menjangkau kisaran 27.413,16, serta indeks ASX 200 (Australia) yang melemah 0,52% untuk berada di kisaran 5.874,6. Sedangan indeks KOSPI (Korea Selatan) terpantau melemah moderat 0,28% untuk berada di posisi 2.171,12.

Dengan gerak indeks yang masih belum menentukan arah secara terang   tersebut gerak IHSG di Jakarta akhirnya jatuh pada keraguan. IHSG yang sempat mencoba melakukan gerak naik signifikan di awal sesi pagi kemudian beralih ke zona pelemahan terbatas di pertengahan sesi. Namun menjelang berakhirnya sesi pagi IHSG mampu kembali ke zona penguatan terbatas. IHSG kemudian menutup sesi pagi dengan turun moderat 0,12% untuk terhenti di kisaran 6.450,48.

Sementara sejumlah saham unggulan turut mewarnai gerak IHSG kali ini, Saham bank Mandiri, yang sempat melakukan gerak rebound  akhirnya kembali melemah dengan turun  1,04% untuk berakhir di kisaran Rp. 7.100 per lembarnya.  Sejumlah saham unggulan lainnya juga terpantau bergerak turun seperti: GGRM, AALI, BMRI,IMAS, UNTR, WSKT, INDY, BBNI, ADRO, CPIN, serta SMGR.

Sedangkan sejumlah saham unggulan lainnya masih mampu bertahan positif, seperti: KAEF, ANTM, HMSP, BNLI, BBCA, serta TLKM.

Sementara beralih pada pasar valuta, pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS yang kini dominan di jalur pelemahan setelah mencoba bergerak menguat di awal sesi perdagangan. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat masih konsisten ditransaksikan di kisaran Rp. 14.090 per Dolar AS.  Sentimen dari masih stagnannya indeks Dolar AS terlihat tidak mampu mengimbangi sentimen dari perlambatan ekonomi China hingga memaksa Rupiah untuk terperosok kembali ke zona pelemahan terbatas.