Lembaga keuangan asal Amerika Serikat, Morgan Stanley, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, menjadi hanya 4,5 persen.

Sebelumnya, lembaga ini memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI bisa mencapai 6,2 persen. Berdasarkan laporan yang diterima kumparan, Selasa (18/5), tak hanya di tahun ini, Morgan Stanley juga memangkas proyeksi perekonomian Indonesia untuk tahun depan menjadi 5,4 persen, dari sebelumnya 5,5 persen.

Dikutip dari kumparan.com, secara rinci di tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi keluar dari resesi di kuartal II. Morgan Stanley memperkirakan perekonomian di kuartal II mencapai 6,5 persen, dari kuartal sebelumnya minus 0,74 persen.

Meski demikian, ekonomi diperkirakan tak akan mencapai 7 persen seperti yang diprediksi pemerintah. Sebab di kuartal III, pertumbuhan ekonomi diprediksi melambat menjadi 6,3 persen dan kuartal IV menjadi 6,2 persen.

Untuk tahun depan, ekonomi di kuartal I diproyeksi melambat menjadi 6 persen. Sementara di kuartal II juga kembali melambat menjadi 5,8 persen, kuartal III 5,2 persen dan kuartal IV sebesar 5 persen.

Sementara itu, Morgan Stanley juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN menjadi 5,4 persen di tahun ini. Sebelumnya, lembaga ini optimistis ASEAN tumbuh di kisaran 7,4 persen.

Untuk pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2021 diperkirakan akan berada di kisaran 5,5 persen hingga 7,5 persen, dengan titik tengah 6,5 persen. Sementara di tahun depan, ekonomi global diperkirakan mencapai 3,4 persen sampai 6,2 persen, dengan titik tengah 4,8 persen.