Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta maaf kepada umat Islam yang terganggu atas unggahan video paduan suara Jakarta Youth Choir (JYC) di ruang utama Masjid Istiqlal.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta maaf kepada umat Islam yang terganggu atas unggahan video paduan suara Jakarta Youth Choir (JYC) di ruang utama Masjid Istiqlal. Video tersebut mendapat kritik dari berbagai kalangan.

"Pada kesempatan ini, izinkan kami atas nama Pemprov DKI Jakarta memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga, khususnya umat Islam yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan video lagu Lebaran dan lagu Asmaul Husna di luar dan di dalam Masjid Istiqlal," kata Riza dalam keterangan video, Selasa kemarin.

Riza mengatakan, kritik itu menjadi pelajaran untuk Pemprov DKI Jakarta agar berhati-hati dalam mengunggah hiburan di hari raya umat beragama tertentu. "Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami agar lebih berhati-hati. Terima kasih atas saran dan masukannya kepada kami selama ini," kata Riza.

Riza menjelaskan, video tersebut adalah karya Jakarta Youth Choir (JYC), paduan suara binaan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov DKI Jakarta.

Dalam video tersebut, anggota JYC menyanyikan Asmaul Husna dan lagu Lebaran karya Ismail Marzuki. "Kedua video ini di-posting di akun resmi Pemprov DKI Jakarta, nama akunnya @dkijakarta, namun bukan atas perintah Gubernur maupun Wakil Gubernur sebagaimana pemberitaan yang beredar," kata Riza.

Riza menjelaskan, tidak ada maksud menyinggung umat Islam atau apa pun dari Pemprov DKI dan JYC dalam pembuatan video tersebut. Maksud pembuatan video itu, kata Riza, untuk menyemarakkan kegembiraan suasana Lebaran dengan semangat Jakarta sebagai kota kolaborasi.

Sementara, Jakarta Youth Choir buka suara soal video paduan suara yang dibuat di dalam Masjid Istiqlal. Pihak Jakarta Youth Choir (JYC) meminta maaf karena kurangnya pengetahuan.

"Kami memproduksi karya ini adalah semata-mata dengan niat baik untuk ikut memeriahkan hari raya Idul fitri, tapi kami mengakui memiliki pengetahuan yang kurang perihal hal ini sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat, terutama umat Islam," ujar salah seorang perwakilan JYC, dalam video yang diunggah di akun @jktyouthchoir, Selasa kemarin.

Pihak JYC juga menyebutkan selama proses pembuatan video paduan suara tidak ada suara nyanyian atau iringan musik. JYC menyebut lagu yang dinyanyikan sudah direkam di studio.

"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat islam, kepada pengurus masjid Istiqlal, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata JYC.