belakangan ini berbagai isu dilontarkan sejumlah tokoh terkait tidak adanya keberangkatan calon jemaah haji tahun ini.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto terang-terangan mengajak Rizal Ramli dan Rocky Gerung untuk berdialog soal dana haji di forum terbuka.

Yandri menyebut bahwa belakangan ini berbagai isu dilontarkan sejumlah tokoh terkait tidak adanya keberangkatan calon jemaah haji tahun ini. Padahal DPR sudah membentuk panja haji untuk menangani persoalan tersebut.

"Saudi belum beri kuota, belum cabut larangan terbang. Kondisi ini menurut Komisi VIII, sudah tidak mungkin. Mohon di medsos, jangan sesatkan informasi. Sudah tidak berangkat, jangan bebani yang sesat," ujar Yandri di DPR.

"Tolong intelektual, ekonom, hentikan informasi menyesatkan untuk calon jemaah haji. Tidak ada gunanya. Saya siap doktor Ramli dan Rocky Gerung. Sampai saat ini rakyat terbelah karena ini. Bikin forum terbuka, Rocky Gerung, Rizal Ramli. Kita bikin itu agar tidak menyesatkan," sambungnya.

Menurut Yandri, langkah ini agar calon jemaah haji tidak termakan isu yang menyesatkan. Mulai dari isu dana haji ditilap untuk infastruktur, utang katering di Arab Saudi, hingga mengaitkannya dengan Habib Rizieq Shihab.

"Utang tidak ada sama sekali. Kata-kata bohong setop. Tidak benar, kita tidak punya utang pemondokan dan katering di Saudi. Itu sesat. Katanya gara-gara Habib Rizieq. Tolong jangan dikaitkan," tutur Yandri.

Ia jua sebelumnya meminta masyarakat tak mudah percaya pada berita bohong atau hoaks yang beredar terkait penyelenggaraan ibadah haji 2021. Yandri memastikan, pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun ini bukan karena adanya utang pemerintah Indonesia ke Arab Saudi.

Ia mengatakan, keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji tahun 2021 merupakan kesepakatan antara Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI.

Sejatinya Kementerian Agama telah mempersiapkan penyelenggaraan jemaah haji asal Indonesia, mulai dari asrama hingga manasik.

Namun demikian, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum memperbolehkan penerbangan dari Indonesia ke Jeddah maupun Madinah. Termasuk, kuota haji juga belum diberikan kepada Indonesia.

Keputusan pembatalan ini juga diambil atas dasar pertimbangan keselamatan jemaah di tengah pandemi virus corona yang masih melanda dunia

Pemerintah bersama DPR, kata Yandri, bersepakat untuk mengutamakan keselamatan jemaah.

"Komisi VIII DPR RI kemarin rapat terakhir dengan Pak Menteri Agama melihat kondisi kekinian bahwa dengan berat hati kami bersepakat bahwa haji tahun ini negara kita atau bangsa yang sangat kita cintai ini belum bisa mengirimkan calon jemaah hajinya," ucap Yandri.