Saat ini Gatot ingin fokus dalam berbagai upaya untuk mengatasi persoalan bangsa. Termasuk pandemi Covid-19.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkap sudah ditembak untuk maju di Pilpres 2024. Hal ini dia sampaikan dalam program tvOne yang diunggah di akun Instagram resminya, Jumat (11/6).

"Ya udah ditembak," kata Gatot dari akun instagram Gatot Nurmantyo. Jumat (11/6).

Meskipun demikian, dia enggan menjelaskan lebih rinci tentang tokoh yang 'menembaknya' itu. Sebab dia pun diminta untuk jangan dulu menyampaikan informasi tersebut kepada publik. "Yang punya pistol lah," lanjut dia.

"Minta supaya jangan diinformasikan kepada siapapun juga. Saya bilang, saya bukan mengatakan tidak. Saya bilang mari sama-sama kita lihat situasinya-lah," ujar dia.

Terhadap pinangan tersebut, Gatot menyatakan belum mengambil sikap. Lantaran saat ini dia mau fokus dalam berbagai upaya untuk mengatasi persoalan bangsa. Termasuk pandemi Covid-19.

"Tidak sepantasnya saya berpikir 2024. Bagaimana menyelamatkan ini dulu bersama teman-teman. Baru nanti setelah itu mari kita berpikir ke arah sana," tegas dia.

Gatot dikutip merdeka.co.id merupakan salah satu tokoh yang dianggap layak untuk bertarung pada Pilpres 2024. Hal ini sudah ditunjukkan oleh hasil survei.
Melihat survei KedaiKOPI, nama Gatot menempati urutan pertama tokoh oposisi yang dianggap layak maju sebagai capres di 2024. Dalam survei itu Gatot dipilih oleh 13,7 persen responden.

Survei itu dilakukan KedaiKOPI pada 29 Maret-4 April 2021, terhadap 1.260 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Gatot pun mengomentari predikat 'tokoh oposisi' yang dilekatkan pada dirinya. Menurut dia, selama ini dia hanya menyampaikan fakta-fakta kepada masyarakat.

"Pribadi saya, tidak mungkin lah saya sebagai pejabat, mantan pejabat di pemerintahan ini kemudian melakukan oposisi. Saya tidak pernah mengatakan tapi saya memberikan fakta-fakta. Memang menyakitkan kadang-kadang, tetapi tidak terbantahkan," katanya.