Hari-hari ini, informasi soal merebaknya COVID-19 varian baru asal India yakni Corona Delta, begitu mengkhawatirkan. Dampaknya, aktivitas ekonomi diramal kembali melemah. Naga-naganya, resesi ekonomi bakalan panjang.

Namun demikian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim sudah mengantongi empat strategi guna mengatasinya. Tujuannya jelas agar pemulihan ekonomi bisa bergerak cepat.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN) atau Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan arah dari strategi itu akan difokuskan dalam mendorong daya beli masyarakat dan nilai tambah UMKM.

Strategi pertama, terkait pertanian. Ini akan diarahkan pada meningkatkan produktivitas pangan dan pertanian untuk pasokan dalam negeri. "Pertanian ini juga terkait rantai pasok dan digitalisasi," ungkap Amalia dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Kedua, terkait dengan industri pengolahan. Beberapa upayanya adalah peningkatan produktivitas dan daya saing melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hilirisasi sumber daya alam (SDA), peningkatan nilai tambah, dan penguatan rantai pasok. "Kemudian pembangunan kawasan industri sebagai destinasi investasi, penerapan industri 4.0 dan digitalisasi, serta penguatan produk dalam ngeri," terang Amalia.

Ketiga, kata Amalia, terkait pariwisata. Pemerintah kini fokus memulihkan pasar pariwisata pasca dihantam pandemi covid-19. Dikatakan, pemerintah akan memperbaiki tata kelola, infrastruktur, dan kebersihan di lokasi wisata. Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan SDM yang terampil. Keempat, terkait UMKM. Pemerintah akan melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM. "Lalu ada pengembangan UMKM champion, kemitraan strategis, dan konsolidasi usaha yang didukung ruang produksi," jelas Amalia.

Sementara, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa tembus 5,2 persen-5,8 persen tahun depan. Amalia menjabarkan pihaknya menargetkan produk domestik bruto (DPB) sektor pertanian sebesar 3,6 persen-4 persen, PDB perikanan sebesar 8,31 persen, dan pertumbuhan PDB industri pengolahan diproyeksi 5,3 persen-5,9 persen.