Steven Kandouw bisa dibilang 'anak emas' PDIP. Steven merupakan kader sejati PDIP yang sangat loyal terhadap Olly Dondokambey. Bahkan kabarnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sudah melihat potensi Steven Kandouw melanjutkan kepemimpinan Olly Dondokambey setelah 2024

Perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024 masih tiga tahun lagi. Akan tetapi, para kandidat yang akan berlaga di Pilgub Sulawesi Utara (Sulut) sudah mulai mempersiapkan diri. Bahkan, secara mengejutkan, Steven Octavianus Estefanus Kandouw yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Sulut mendampingi Gubernur Olly Dondokambey menantang James Sumendap (JS) untuk maju bertarung pada Pilgub 2024.

Tantangan tersebut dilontarkan Steven bukan tanpa alasan. Menurut dia, James Sumendap merupakan sosok kepala daerah yang selalu memikirkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan mampu menata kelola pemerintahan dengan baik.

“JS adalah sosok kepala daerah yang terus memikirkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, mampu menata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Steven tentang Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tersebut.

Steven Kandouw bahkan tak sungkan mengungkapkan rasa salutnya terhadap keberanian James Sumendap melawan perusak lingkungan, melawan korupsi, dan masih banyak inovasi-inovasinya untuk kemajuan daerah. 

“Lihat saja selain pemberantasan korupsi, demi kelestarian lingkungan penambang di kebun raya Megawati Soekarno Putri ditutup,” puji Steven pada gelaran Konferensi Daerah Persatuan Alumni (PA) DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Provinsi Sulut periode 2021-2025 yang digelar di Rimba Lamet, Jumat (23/04/2021) lalu.

Dikatakan Steven, Rimba Lamet menjadi sejarah Konferda PA GMNI dimana Bupati James Sumendap SH pada tahun 2024 sebagai Gladiator Politik maju bertarung di Pilgub 2024. 

“Saya mendukung Pak James maju di Pilgub 2024, Rimba Lamet artinya Laki-Laki Metal, yang akan membawa perubahan di Sulawesi Utara,” tandas Steven Kandouw.

Lalu, bagaimana dengan kans Steven Kandouw sendiri yang juga dijagokan maju di Pilgub Sulut 2024? Steven Kandouw yang disebut-sebut sebagai 'anak emas' Olly Dondokambey punya posisi bargaining kuat untuk diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Pengamat Politik Sulut, Taufik Tumbelaka menilai, pertarungan di Pilgub Sulut 2024 sudah  dimulai dari sekarang. Maka, katanya, sebelum diusung di Pilgub, maka persaingan dimulai dari internal partai lebih dulu.

Khusus PDIP, lanjut Taufik Tumbelaka, partai ini bertabur 'bintang'. PDIP punya pondasi paling kuat untuk bertarung di 2024 karena berhasil memenangkan berturut pemilu 2019 dan memborong kemenangan di Pilkada serentak 2020. Kepala daerah di Sulut pun didominasi oleh PDIP, sebuah jaminan memenangkan ajang politik di 2024, khususnya Pilgub

"Jadi siapa pun figur yang diusung PDIP di 2024, sangat berpeluang besar menang," kata Taufik Tumbelaka.

Justru pertarungan beratnya di internal PDIP sendiri, siapa yang diusung? Tiga figur yakni Steven Kandouw, James Sumendap dan Fransiskus Silangen merupakan kader-kader yang menonjol saat ini.

Steven Kandouw bisa dibilang 'anak emas' PDIP. Steven merupakan kader sejati PDIP yang sangat loyal terhadap Olly Dondokambey. Bahkan kabarnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sudah melihat potensi Steven Kandouw melanjutkan kepemimpinan Olly Dondokambey setelah 2024. 

Steven Kandouw pernah mendapat teguran dari Megawati agar bersabar menanti momen, akan tiba waktunya nanti. Taufik Tumbelaka menilai teguran itu merupakan bentuk perhatian Ketua Umum PDIP melihat potensi Steven Kandouw.

Dijelaskan Taufik Tumbelaka, Steven Kandouw sebagai 'anak emas' juga sudah terbukti saat pemilihan saat seleksi calon Wakil Gubernur. Tak hanya itu, Steven Kandouw sudah dua kali dipercaya Olly Dondokambey untuk mendampinginya memimpin Sulut sebagai wakil gubernur.

Steven Kandouw lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 September 1969 sebelum mengemban amanat menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Utara sejak 12 Februari 2016, dirinya pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Sulawesi Utara sejak 2004 sampai 2015. 

Sepanjang karier politiknya di DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dari Tahun 2004-2014 peraih gelar S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan Universitas Indonesia (UI) menjabat Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan dan selanjutnya pada bulan September 2014 beliau menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara setelah meraup suara terbanyak pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 yakni 33.649 suara. 

Tahun 2015, PDI Perjuangan mencalonkan Steven Kandouw sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara mendampingi Olly Dondokambey, SE., sebagai Gubernur Sulawesi Utara pada Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Serentak yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Dalam PILKADA tanggal 9 Desember 2015 tersebut Pasangan Olly Dondokambey - Steven Kandouw (OD-SK) meraih suara terbanyak yakni 647.252 suara, mengungguli Pasangan Benny Mamoto-David Bobihoe (Golkar, PKS, PKPI) 389.463 suara dan Pasangan Maya Rumantir-Glenny Kairupan (Demokrat, Gerindra) 222.233 suara. 

Dan pada tanggal 12 Februari 2016, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw secara resmi menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Masa Jabatan 2016-2021 setelah dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara.