Mulai pekan lali, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan efek PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) sebagai dampak penundaan pembayaran kupon sukuk global bond.

Melihat hal tersebut Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menyampaikan bahwa suspensi yang dilakukan oleh BEI terhadap GIAA merupakan hal yang wajar. Sebab Garuda Indonesia sudah gagal dalam memenuhi kewajiban bayar kupon sukuk yang sudah jatuh tempo.

"Saya melihat dengan adanya suspensi tersebut merupakan hal yang wajar-wajar saja sebab GIAA sudah gagal memenuhi kewajiban bayar kupon sukuk jatuh tempo, dan suspensi tersebut juga sudah sesuai dengan aturan yang ada di Bursa. Tujuannya tentu menjaga kepentingan investor," ucap Toto, dikutip dari Akurat.co, Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Tentunya, lanjut Toto, dengan adanya gagal bayar tersebut memberikan dampak signifikan terhadap reputasi perusahaan sehingga risiko investasi di GIAA menjadi lebih tinggi di mata investor/kreditur.  "Akibatnya di masa depan kreditur akan charge bunga pinjaman dengan rate yang lebih tinggi lagi ke GIAA," tuturnya.

Lalu apa yang harus dilakukan GIAA untuk lepas dari kasus ini?, Toto menjelaskan perusahaan tersebut harus menyelesaikan program restrukturisasi yang saat ini sedang dijalankan.

Dimana program perampingan pesawat dan aspek efisiensi di sisi operasional lainnya harus menjadi prioritas, disamping diversifikasi revenue terutama peningkatan bisnis cargo. "Kemudian bantuan pemerintah lewat pinjaman modal kerja dalam skema PEN (lewat PT SMI ) perlu dipercepat pencairannya supaya cash flow persh lebih terjaga," ucapnya.

Sebagai informasi, BEI menyetop sementara perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) pada Jumat (18/6/2021), seiring dengan langkah perseroan menunda pembayaran kupon sukuk global

Saham GIAA pun tak bergeming dari level kemarin Rp222 per saham. Sepanjang 2021, saham GIAA turun 44,78%. Dan, BEI pun menerbitkan pengumuman Penghentian Sementara Perdagangan Efek PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Tercatat di Papan: Utama Peng-SPT-00011/BEI.PP2/06-2021.

Menurut BEI, ada dua alasan yang mendasari penghentian saham GIAA. Pertama, surat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (Perseroan) No. GARUDA/JKTDF/20625/2021 tanggal 17 Juni 2021 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material Penundaan pembayaran Jumlah Pembagian Berkala (“Kupon Sukuk”) atas US$500.000.000 Trust Certificate Garuda Indonesia Global Sukuk Limited (“Sukuk”); dan Kedua, surat Perseroan No.GARUDA/JKTDF/20593/2021 tanggal 3 Juni 2021 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material Pengumuman Penundaan Pembayaran Garuda Indonesia Global Sukuk Limited Trust Certificate.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) di seluruh pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek tanggal 18 Juni 2021, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut. Oleh karena itu, bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.