Terlambat ambil keputusan bisa berbahaya. Ambil keputusan berani untuk mencegah beban tidak terpikul

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil keputusan berani untuk me-lockdown Ibu Kota Jakarta.

"Penanganan Covid mesti berbasis sains dan data faktual di lapangan. Dengan tren yang meningkat dan ada contoh kasus India, saya dukung usulan lockdown dua pekan untuk DKI Jakarta," kata Mardani kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Menurut Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS itu, penanganan pandemi Corona di Ibu Kota Jakarta tak cukup dengan menarik rem darurat. Dia menekankan agar lockdwon diterapkan untuk menekan mobilitas warga.

"Ini sebenarnya sejak awal sudah diajukan Gubernur DKI waktu 2020. Tidak cukup cuma rem, tapi memang harus menghentikan mobilitas. Jauh lebih efisien dan ekonomis ke depannya jika kita bisa lockdown untuk menghentikan mobilitas selama dua pekan ke depan," ujarnya.

Ia menilai jika Pemprov DKI terlambat mengambil keputusan akan menimbulkan bahaya. Dia meminta agar Anies mengambil keputusan yang berani.

"Terlambat ambil keputusan bisa berbahaya. Ambil keputusan berani untuk mencegah beban tidak terpikul," pungkasnya.