Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, stadion, pub dan bar jadi tempat-tempat dimana infeksi terjadi.

Penonton laga sepak bola di perhelatan Euro 2020 telah membuat angka penularan COVID-19 yang cukup signifikan di Eropa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, stadion, pub dan bar jadi tempat-tempat dimana infeksi terjadi.

"Kerumunan para pendukung sepak bola di stadion sepak bola Euro 2020 dan di pub dan bar di kota tuan rumah mendorong peningkatan infeksi virus corona saat ini di Eropa," kata WHO, sebagaimana diwartakan Reuters.

WHO juga mempersoalkan mengenai bagaimana para penonton yang datang dari banyak negara diizinkan berbondong-bondong ke beberapa stadion tuan rumah laga tanpa protokol kesehatan yang ketat.

"Kita perlu melihat lebih dari sekadar stadion itu sendiri," kata petugas darurat senior WHO, Catherine Smallwood, kepada wartawan.

"Kita perlu melihat bagaimana orang-orang sampai di sana, apakah mereka bepergian dengan konvoi bus besar yang penuh sesak? Dan ketika mereka meninggalkan stadion, apakah mereka pergi ke bar dan pub yang ramai untuk menonton pertandingan?"

"Peristiwa kecil terus-menerus inilah yang mendorong penyebaran virus," kata Smallwood.

Pernyataan ini seakan menyambung pernyataan Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer yang sebelumnya menyebut keputusan badan sepak bola Eropa UEFA untuk mengizinkan kerumunan besar di Euro 2020 "sama sekali tidak bertanggung jawab".

Di sisi lain, UEFA menjawab bahwa mereka telah menerapkan langkah-langkah yang sesuai dengan yang diterapkan oleh tuan rumah laga

Sementara itu beberapa negara mulai melaporkan lonjakan kasus yang cukup signifikan pasca kerumunan penonton Euro 2020, salah satunya Finlandia.

Negeri Eropa Utara itu menemukan ratusan kasus infeksi harian baru dari para suporter bola yang baru saja pulang dari St Petersburg, Rusia, usai menyaksikan secara langsung laga babak penyisihan grup Piala Eropa antara Finlandia melawan Belgia pada 21 Juni lalu.

Pejabat kesehatan Finlandia mengatakan angka itu kemungkinan akan bertambah dalam beberapa hari mendatang.

Prediksi ini dibuat berdasarkan data yang menyatakan bahwa ada 4.500-6.000 fans negeri itu menonton laga langsung ke negeri Kremlin.

"Melihat pembagian usia mereka, jelas belum banyak dari mereka yang mendapatkan dua dosis vaksin," kata Kepala Keamanan Institut Kesehatan Finlandia, Mika Salmien pada Selasa (29/6/2021).

Kenaikan yang signifikan ini membuat Perdana Menteri Sanna Marin memerintahkan seluruh suporter Finlandia yang pulang dari Rusia untuk dites sesaat setelah memasuki negara itu.