Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menambah anggaran untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Terdapat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 31.189 kasus pada laporan harian, Selasa (6/7/2021). Angka tersebut merupakan tambahan harian terbanyak sepanjang pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dikutip dari Twitter Kementerian Kesehatan RI, dengan tambahan tersebut, total kasus infeksi corona di Indonesia 2.345.018. Sementara itu, kasus sembuh bertambah 15.863, sehingga totalnya menjadi 1.958.553 kasus.

Sementara menyinggung pandemi Corona yang terus mengkhawatirkan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menambah anggaran untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

"Pemerintah sedang menghitung kembali kemungkinan dibutuhkannnya tambahan anggaran untuk program PEN," kata Wapres saat memberikan kuliah umum pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Tahun 2021 secara daring dari kediaman resmi wapres di Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021.

Ma'ruf Amin menyebutkan penambahan anggaran untuk PEN tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong perekonomian, serta menangani kesehatan yang mendapat alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Itu dalam rangka menjaga daya beli, mendorong perekonomian serta penanganan kesehatan yang belum dialokasikan dalam APBN berjalan, termasuk melalui kebijakan refocusing atau realokasi kembali belanja Pemerintah," katanya dikutip Antara.

Sejalan dengan upaya penambahan anggaran pemulihan ekonomi nasional tersebut, Wapres mengatakan pemerintah juga terus menjalankan program perlindungan sosial, ketenagakerjaan dan dukungan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Antara lain itu mencakup Program Keluarga Harapan, Program Bantuan Pangan non-Tunai atau Program Sembako, Program Bantuan Sosial Tunai dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, yang terus diperbaiki serta disinkronkan penjadwalan dan sasarannya," kata Wapres.

Pemberian pelatihan kerja atau pendidikan vokasi juga akan terus diberikan pemerintah melalui Program Kartu Prakerja dan Program Padat Karya untuk menekan jumlah pengangguran akibat pandemi COVID-19.

"Selain itu, pembangunan infrastruktur di desa juga ditingkatkan serta diarahkan untuk menggunakan tenaga lokal dan produk lokal. Juga mencakup program pemberian bantuan usaha mikro dan kredit kepada UMKM," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada usulan tambahan anggaran PEN sebesar Rp 225,4 triliun, yang berkaitan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Penambahan anggaran tersebut akan dialokasikan Rp 120,72 triliun untuk program kesehatan, Rp 10,89 triliun untuk program prioritas, Rp 28,7 triliun untuk perlindungan sosial, Rp 15,1 triliun untuk insentif usaha serta Rp 50,04 triliun untuk dukungan UMKM.