Baik Jokowi maupun Airlangga sejauh ini aman dari penularan Covid-19, apalagi kedua pejabat negara itu sudah divaksinasi. 

Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Musyawarah Nasional Kamar Dagang Indonesia (Munas Kadin), di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Juni 2021 mendadak ramai mendapat sorotan. Selain Jokowi, turut hadir juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato. 

Kehadiran Jokowi dan Airlangga pada Munas Kadin itu ramai diperbincangkan setelah ada temuan sejumlah peserta kegiatan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 setelahnya. Bahkan, salah satu anggota Munas Kadin tersebut meninggal karena paparan Covid-19.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting menyatakan, tidak mempermasalahkan hal itu.

Alex meyakini baik Jokowi maupun Airlangga sejauh ini aman dari penularan Covid-19, apalagi kedua pejabat negara itu sudah divaksinasi. 

"Mereka sudah divaksin. Bagi mereka yang sudah di vaksin pasti lebih aman," kata Alex kepada CNN Indonesia, Kamis (7/7). 

Selain itu, Alex juga menyebut baik rombongan Jokowi atau Airlangga pasti akan melakukan tes PCR atau rapid antigen setelah mengikuti Munas. Sehingga, ia menilai tak perlu dikhawatirkan. 

"Rombongannya terbang pulang pasti di-rapid," kata dia.

Di samping itu, terkait penanggulangan Covid-19, Alex mengatakan semua peserta munas juga akan dilakukan tes dan penelusuran kontak (tracing) konfirmasi positif terpapar virus corona. Ia juga menyebut akan menyoroti pihak-pihak yang belum mendapatkan vaksin, baik peserta maupun yang kontak erat dengan peserta. 

"Contact tracing dilakukan kepada mereka yang kontak erat, bergejala dan terkonfirmasi. Yang paling utama adalah mereka yg belum di vaksin," ucap dia. 

Terkait dugaan adanya klaster Covid-19 di munas Kadin, ia menjawab, "Nah ini urusan Dinkes Kendari bersama tim pelacakan kontak nya. Entar PPKM kabupaten/kota setempat yang melakukan evaluasi apakah ada pelanggaran prokes atau tidak." 

Sebagai informasi, Airlangga adalah seorang penyintas Covid. Itu diketahui setelah dia yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) melakukan donor plasma konvalesen pada 18 Januari 2021. Donor plasma itu diketahui hanya bisa dilakukan penyintas Covid.

Keadaan di mana Airlangga sebagai penyintas Covid kala itu pun menjadi geger khalayak, pasalnya sang pejabat tak pernah dirilis sebelumnya telah terpapar virus corona. Bahkan, Istana Kepresidenan kena imbas dari geger Airlangga pernah positif Covid kala itu. 

Pada 19 Januari 2021, Kepala Sekretariat PresidenHeru BudiHartono mengaku pihaknya tidak tahu mengenai rekam jejak kesehatanAirlangga saat itu.  Heru menyampaikan seharusnya hal itu jadi urusan kementerian. Dia menilai juru bicara kementerian semestinya menjadi pihak yang mengumumkan kesehatan Airlangga. 

"Kami tidak tahu juga kalau positif. Kalau saya dan jajaran Setpres tidak tahu, tidak ada pemberitahuan resmi," kata Heru kepada wartawan kala itu.