Bahkan, katanya, terkait kekuatan asing, sudah dibukukan dalam buku berjudul Paradoks Indonesia dan Indonesia Menang. Dalam buku tersebut, Prabowo menjabarkan soal kekuatan asing yang bisa membawa dampak negatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Menteri Pertahan (Menhan), Prabowo Subianto kembali memaparkan, bangsa Indonesia selalu dan terus menerus diganggu oleh asing. Bahkan gangguan tersebut telah terjadi selama ratusan tahun sejak peradaban Nusantara.

“Selalu kita didatangi oleh kekuatan dari luar nusantara ini. Bisa disebut sepanjang sejarah kekuatan yang datang ke sini dari mana-mana, bisa kita rinci satu-satu," tegas Prabowo dalam webinar yang digelar Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Jumat (09/07/2021). 

Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, Direktur Survey and Polling Indonesia, Igor Dirgantara mengatakan bahwa Indonesia selalu diganggu kekuatan asing, merupakan bentuk konsistensi Prabowo Subianto meski saat ini berada lingkaran pemerintahan sebagai Menhan.

Dikatakan Igor Dirgantara, kekhawatiran soal asing sudah ditekankan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sejak beberapa tahun lalu.

"Apa yang diungkapkan oleh Prabowo konsisten dalam semua pernyataannya ketika berkampanye menjadi Cawapres 2009, Capres 2014, dan Capres 2019," kata Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya ini, Sabtu (10/07/2021).

Bahkan, katanya, terkait kekuatan asing, sudah dibukukan dalam buku berjudul Paradoks Indonesia dan Indonesia Menang. Dalam buku tersebut, Prabowo menjabarkan soal kekuatan asing yang bisa membawa dampak negatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih jauh Igor Dirgantara menyebut, kekayaan alam Indonesia yang selalu diganggu oleh kekuatan asing bukanlah omong kosong belaka. Apa yang disampaikan Menhan Prabowo soal gangguan asing sudah terjadi sejak lama.

"Prabowo adalah seorang nasionalis seperti Bung Karno idolanya," tandas Igor Dirgantara.

Indonesia, kata dia, terkenal dengan kekayaan sumber daya alam. Hal ini sudah menjadi daya tarik asing sejak lama untuk menjalankan praktik kolonialisme.

"Dan sekarang, asing melakukan sphere of influence terhadap Indonesia, bahkan politik adu domba demi merebut kekayaan bangsa kita," tegasnya.

Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini Indonesia seakan terlalu tergantung pada utang dan investasi asing. Hal inilah yang seharusnya diubah para pemangku kebijakan.

"Saat ini, peluang ekonomi orang Indonesia lebih kecil daripada orang asing. Konsekuensinya, akses terhadap peluang ekonomi dan pemberdayaan masih jadi kendala terbesar rakyat sampai sekarang," tandasnya.