Perseteruan antara Irwan Fencho dengan Andre Rosiade tersebut bermula saat Andi Arief menyinggung nama Andre Rosiade ketika membahas soal pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19

Rencana debat terbuka antara Anggota Komisi VI Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Andre Rosiade dengan Anggota Komisi V Fraksi Partai Demokrat, Irwan Fecho terancam batal.

Pasalnya, Andre Rosiade hanya ingin berdebat dengan Ketua Fraksi Demokrat, Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

"Setelah menerima masukan dari teman-teman. Urusan awal antara Andre Rosiade dengan Mas Ibas. Jadi kalo mau adu kinerja dengan bukti video rekaman kinerja di ruang rapat dan Dapil, silahkan antara Andre Rosiade dengan Mas Ibas bukan dengan anak buahnya Mas Ibas," kata Andre melalui akun Twitternya @andre_rosiade, Sabtu (10/07/2021).

Pernyataan Andre tersebut merupakan jawaban dari tantangan Irwan Fecho yang menyatakan kesiapsediaanya untuk debat terbuka.

"Ayo @andre_rosiade kita ketemu. Bawa semua dokumentasimu. Bagaimana bang @DonAdam68 dan bang @NOTASLIMBOY? Ada yang ngajakin diadu dengan kader Demokrat, giliran saya siap malah mlipir," tandas Irwan di akun Twitternya @irwan_fecho.

Salah satu pengguna Twitter @nasution_lokot mengomentari bahwa kader-kader Demokrat memiliki mental loe jual gue beli.

"laki-laki dari @PDemokrat itu begini dek @andre_rosiade, sikit-sikit aja ngomongnya, tak pernah dia banggakan pengabdiannya pada rakyat, karena dia tau bahwa dia dipilih untuk menjadi abdi bagi negri ini, tapi kalau keluarganya ditantang. Kelar lo bots," tandasnya.

Perseteruan antara Irwan Fencho dengan Andre Rosiade tersebut bermula saat Andi Arief menyinggung nama Andre Rosiade ketika membahas soal pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Ketua Badan Pemenangan Pemilu Demokrat (Bappilu) itu menyebut bahwa kader partainya tidak asal bicara soal pandemi COVID-19.

“Kader Partai Demokrat tidak asal bicara. Kami diskusi rutin dengan para ahli ekonomi, ahli kesehatan dll,” katanya melalui akun Andiarief__.

“Memutuskan untuk ingatkan bahaya sebagai negara gagal punya dasar kuat, bayangkan kalau puncak pandemi kasus menimpa di atas 700 ribu per hari? Bro Andre Rosiade harus aware dengan ini,” lanjutnya.

Menanggapi itu, Ade Rosiade pun menantang kader Demokrat untuk adu kinerja, baik di DPR maupun di Daerah Pemilihan (Dapil).

"Boleh diadu sama kader anda. Mau kerja di DPR atau bantu rakyat di Dapil. Saya tunggu adu kinerjanya dengan rekam jejak yang jelas. Tapi ada yang aneh. Ngajak rapat aja kok pada ngamuk sih hehehe," ujar Andre Rosiade seperti mengejek.