Oleh sebab itu, katanya, perlu dilakukan vaksinasi kembali. Namun di Indonesia vaksinasi COVID-19 ketiga diutamakan untuk para tenaga kesehatan (nakes). Menurut Daeng Faqih, karena mereka adalah garda terdepan

Vaksinasi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 ternyata tidak hanya harus dilakukan dua kali suntikan seumur hidup, melainkan harus diberikan secara berkala. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng Mohammad Faqih.  

"Vaksin memiliki masa efektivitas kerja. Ini seperti vaksin flu. Di Amerika Serikat, warga di sana secara berkala dalam beberapa bulan selalu divaksin flu. Ini untuk mempertahankan imunitas mereka," ujar Daeng Faqih dalam Webinar Program Freemium Isoman Aman dan Nyaman, Panduan Isolasi Mandiri Lengkap untuk Keluarga, Jumat (16/07/2021). 

Begitu pula dengan vaksin COVID-19, Daeng Faqih mengatakan, berdasarkan penelitian para ahli efektivitas kerja vaksin sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Setelah itu, pelindungan vaksin COVID-19 terhadap tubuh berkurang seiring dengan waktu. 

Oleh sebab itu, katanya, perlu dilakukan vaksinasi kembali. Namun di Indonesia vaksinasi COVID-19 ketiga diutamakan untuk para tenaga kesehatan (nakes). Menurut Daeng Faqih, karena mereka adalah garda terdepan. 

"Di tengah pandemi COVID-19 yang meningkat jangan sampai para nakes yang telah berjuang selama ini terpapar. Nanti siapa yang akan menangani. Karena itu, untuk vaksinasi ketiga di Indonesia diutamakan untuk nakes," kata Daeng Faqih. 

Terkait masyarakat umum saat ini masih banyak yang belum divaksin, juga diutamakan bagi mereka yang belum mendapat suntikan vaksin COVID-19.