Olimpiade Tokyo mendapat kecaman karena terus digelar, meskipun kasus COVID-19 berkecamuk di Jepang. Secara nasional, Jepang telah melaporkan lebih dari 848.000 kasus COVID-19 dan lebih dari 15.000 kematian di tengah peluncuran vaksin yang relatif lambat

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) keluarkan peringatan tentang gelombang baru Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di dunia. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan badai masalah yang sempurna telah memicu gelombang baru COVID-19 di seluruh dunia.

Dilansir dari Express, Jumat (23/07/2021) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengeluarkan peringatan mengerikan kepada anggota Komite Olimpiade Internasional di Tokyo menjelang pembukaan pertandingan.

Tedros menyalahkan distribusi vaksin yang tidak merata di seluruh dunia. Kegagalan global untuk berbagi vaksin, tes dan perawatan telah memungkinkan inkubasi mutasi baru.

Hasilnya adalah ketidakseimbangan antara populasi yang divaksinasi yang terbuka dan mereka yang tidak divaksinasi harus menjalani lockdown tiada akhir. Menurutnya, perbedaan vaksin di seluruh dunia menutupi ketidakadilan yang mengerikan.

"Ini bukan hanya kemarahan moral, ini juga merugikan diri sendiri secara epidemiologis dan ekonomi. Semakin lama pandemi berlangsung, semakin besar konsekuensinya. Pandemi adalah ujian dan dunia sedang gagal," kata Tedros.

"Selama 19 bulan memasuki pandemi, dan tujuh bulan sejak vaksin pertama disetujui, kita sekarang berada pada tahap awal gelombang infeksi dan kematian lainnya," sambungnya.

Tedros juga memperingatkan bahwa ancaman global pandemi COVID-19 tidak akan mereda sampai semua negara dapat mengendalikan penyakit tersebut. Peringatan terhadap upaya global datang saat Olimpiade Tokyo dibuka setelah ditunda tahun lalu karena pandemi COVID-19 .

Olimpiade Tokyo mendapat kecaman karena terus digelar, meskipun kasus COVID-19 berkecamuk di Jepang. Secara nasional, Jepang telah melaporkan lebih dari 848.000 kasus COVID-19 dan lebih dari 15.000 kematian di tengah peluncuran vaksin yang relatif lambat.