Di akhir pekan (Sabtu, 24/7/2021), harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) melanjutkan penguatan. Namun ada pengecualiannya lho.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 15:00 WIB, dari enam kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, hanya koin digital 'meme', yakni Dogecoin yang terpantau mulai kurang bergairah pada Sabtu sore, melemah 0,14% ke level harga US$0,1941/koin. Atau setara Rp2.813/koin (kurs Rp14.490/US$).

Sementara, sisanya masih bergerak di zona hijau pada sore hari ini. Bitcoin terbang 4,22% ke level US$ 33.831,43/koin atau setara dengan Rp 490.217.421/koin, Ethereum melonjak 3,48% ke US$ 2.135,09/koin (Rp 30.937.454/koin),

Berikutnya Binance Coin bertambah 1,93% ke US$ 302,80/koin (Rp 4.387.572/koin), Cardano terapresiasi 2,32% ke harga US$ 1,22/koin atau setara dengan Rp 17.678/koin, dan Ripple menguat 2,03% ke US$ 0,6106/koin (Rp 8.848/koin).

Dikutip dari CNBCIndonesia, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, mulai pulih sejak Rabu siang (21/7/2021) hingga Sabtu sore ini waktu Indonesia. Secara keseluruhan, sentimen risiko membaik di pasar keuangan konvensional dan kripto karena kekhawatiran tentang stimulus moneter yang lebih ketat mulai berkurang.

Pada Kamis (22/7/2021), Bank Sentral Eropa (Europe Central Bank/ECB) berjanji untuk mempertahankan suku bunga lebih rendah lebih lama dan menyesuaikan sikap kebijakannya untuk memungkinkan sedikit melampaui target inflasi 2%.

Pengumuman ECB tersebut bersamaan dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah global yang juga berkontribusi pada melesatnya pasar saham global selama sepekan terakhir. Selain dari sentimen tersebut, sentimen lainnya yang dapat mengangkat harga kripto adalah terkait komentar positif dari CEO Tesla, Elon Musk pada Rabu (21/7/2021), dan membuat para pemegang bull crypto kembali aktif.

Musk mulai kembali mempercayakan kripto, terutama Bitcoin setelah pada Mei lalu ia menghentikan pembelian Tesla dengan Bitcoin karena tingginya konsumsi energi fosil untuk menambang Bitcoin.

Hal ini disampaikan Musk dalam konferensi "B World". "Saya ingin sedikit lagi uji tuntas untuk mengkonfirmasi persentase penggunaan energi terbarukan, kemungkinan besar sudah mencapai atau di atas 50% dan ada kecenderungan untuk meningkat, jadi jika demikian Tesla akan kembali menerima Bitcoin," ujar Elon Musk seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/7/2021).

Penggunaan Bitcoin untuk membeli Tesla telah mencoreng reputasi Elon Musk sebagai figur yang mendorong energi terbarukan (green energy) atau energi tanpa bahan bakar fosil.

Bitcoin memang mendapat kritik keras karena konsumsi listrik dan energi fosil yang sangat besar. Menurut analisis University of Cambridge konsumsi energi listrik Bitcoin dalam setahun mengalahkan konsumsi listrik negara Argentina.

"Misi Tesla adalah mempercepat penggunaan energi berkelanjutan. Kami tidak bisa menjadi perusahaan yang menjalankan itu dengan konsumsi energi Bitcoin saat ini," terang Elon Musk. "Tetapi sekarang Bitcoin sepertinya semakin banyak beralih ke energi terbarukan."

Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa cryptocurrency adalah aset investasi spekulatif yang berisiko dan para ahli setuju memegang Bitcoin untuk investasi jangka panjang adalah praktik yang terbaik.

"Itu jelas merupakan strategi terbaik (investasi jangka panjang) jika ingin berinvestasi di Bitcoin," terang Amy Arnott dari Morningstar yang merekomendasikan agar investor berinvestasi setidaknya selama 10 tahun.

Namun para investor harus memahami risikonya bila berinvestasi pada Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. "Bagi yang baru bermain, penting bagi mereka untuk memahami ini adalah kelas aset yang spekulatif," ujar Anjali Jarwala, perencana keuangan Fit Advisors. "Anda harus nyaman dengan naik turun harganya." tambah Jarwala.