HRS menilai, perkara terorisme yang ditimpakan kepada Munarman sangat kental kaitannya dengan kematian sejumlah pengawalnya pada peristiwa di KM 50 Tol Jakarta Cikampek

Eks Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) mengomentari proses hukum yang dijalani Munarman atas kasus dugaan tindak pidana terorisme.

HRS menilai, perkara terorisme yang ditimpakan kepada Munarman sangat kental kaitannya dengan kematian sejumlah pengawalnya pada peristiwa di KM 50 Tol Jakarta Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020). Karenanya, kata HRS, ada sosok jenderal polisi yang panik.

“Ada jenderal kencing di celana, dibuatlah drama terorisme Munarman dan kawan-kawan agar pembantaian KM 50 aman dan nyaman,” ujar HRS sebagaimana disampaikan Aziz Yanuar selaku kuasa hukumnya, Sabtu (04/09/2021).

Dijelaskan Aziz Yanuar, HRS mengatakan lagi, Munarman dan sejumlah mantan anggota FPI dijadikan tersangka kasus terorisme karena sangat tegas mengawal proses hukum kematian pengawalnya.

“Munarman dan kawan-kawan tegas soal tragedi KM 50. Mereka bukan teroris,” tegas HRS yang juga turut diperiksa dalam perkara terorisme Munarman.

Munarman sebelumnya ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di kediamannya kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (27/05/2021).

Dia ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana terorisme, antara lain pembaiatan di Makassar, Jakarta, dan Medan. 


jpnn