Bukan tanpa alasan, menurut Hendri Satrio, PDIP seakan-akan tak perduli dengan kasus Harun Masiku dan Juliari P Batubara.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadhina, Hendri Satrio (Hensat) memberi tanggapan terkait munculnya karangan bunga yang mengatasnamakan fans Harun Masiku dan mantan Menteri Sosial (Mensos) yang terjerat kasus korupsi, Juliari Peter Batubara.

Seperti diektahui, kedua karangan bunga tersebut ditunjukkan untuk memberi dukungan kepada Partai Solidarita Indonesia (PSI) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang meminta hak interpelasi terkait rencana gelaran Formula E di Jakarta tahun2022 mendatang.

“Padahal ada beberapa kadernya yang terjerat kasus korupsi, namun seakan PDIP lupa akan hal tersebut, dan tidak melakukan pembenahan internal secara masif,” ujar Hensat, Selasa (07/09/2021).

Hensat heran dengan langkah yang diambil oleh PDIP, sebab, pihaknya tidak memperbaiki organ dalamnya tapi justru berpaling ke kasus lain.

“Mereka malah fokus terhadap untuk mengurusi perkara lain seperti meminta interpelasi terkait rencana Formula E,” katanya.

“Saya rasa ucapan bunga yang mengatasnamakan kader-kader PDIP yang terjerat kasus korupsi merupakan bentuk sentilan,” ujar Hendri Satrio.

Bukan tanpa alasan, menurut Hendri Satrio, PDIP seakan-akan tak perduli dengan kasus Harun Masiku dan Juliari P Batubara.

Hendri Satrio juga menilai karangan bunga tersebut adalah sindiran yang dilakukan entah siapa untuk menampar keras PDIP yang memiliki kader korupsi.

“Terlebih karangan bunga itu mengatasnamkan nama kader-kader PDIO yang terjerat kasus korupsi, yaitu Harun Masiku dan Juliari Batubara,” katanya.

Tidak hanya itu, Hendri Satrio juga menilai bahwa sindiran tersebut memperlihatkan adanya rasa frustasi dari kelompok masyarakat.

“Sebab, adanya proses yang berlarut-larutnya terhadap Harun Masiku. Tidak hanya itu saja, ini juga menjadi bentuk sindiran terhadap ringannya hukuman penjara terhadap Juliari Batubara,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya sebanyak 33 anggota DPRD Jakarta fraksi PDIP dan PSI mengajukan hak interpelasi terkait ajang Formula E pada tahun 2022.