Perkiraan ini menurutnya telah mundur dari sebelumnya yang diprediksi gelombang ketiga terjadi pada September atau Oktober 2021. Menurutnya, potensi mundurnya gelombang ketiga kasus COVID-19 RI ini dikarenakan adanya PPKM

Kasus positif Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di Indonesia saat ini diketahui makin melandai. Jumlah infeksi jauh menurun dibandingkan puncak pada gelombang kedua COVID-19 pada Juli 2021 lalu. Bahkan, kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini turun hingga ke bawah 70.000 kasus.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Jumat (17/09/2021) menunjukkan terjadi penambahan 3.835 kasus baru di Indonesia. Namun pakar epidemiologi tetap memberikan peringatan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Pakar menilai risiko gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia tetap perlu diwaspadai.

Pakar Epidemiologi Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman memperkirakan gelombang ketiga kasus COVID-19 di Indonesia kemungkinan bisa terjadi pada Desember 2021 mendatang.

Perkiraan ini menurutnya telah mundur dari sebelumnya yang diprediksi gelombang ketiga terjadi pada September atau Oktober 2021. Menurutnya, potensi mundurnya gelombang ketiga kasus COVID-19 RI ini dikarenakan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dinilai efektif dalam menekan kasus COVID-19 di Tanah Air.

Bila PPKM terus dilanjutkan, maka menurutnya ini semakin menekan laju penularan kasus COVID-19.

"Karena sebelumnya saya selalu sampaikan potensi gelombang ketiga ada September, ini potensi gelombang ketiga mundur, tadinya Oktober, mundur lagi Desember," sebut Dicky, Sabtu (18/09/2021).

"Karena apa? karena pemerintah memperpanjang PPKM, jadi ini kan estimasi prediksi (juga mengacu) ketika ada intervensi yang kuat. PPKM level ini efektif, makanya jangan sampai kita abai dalam indikator-indikator pelonggaran, termasuk vaksinasi, jadi masukkan di situ kombinasi 3T, 3M," lanjutnya.

Dicky meminta tren perbaikan kasus tak dimaknai dengan sikap abai protokol kesehatan. Pemerintah juga diminta menggencarkan testing dan tracing sebagai kunci penting pengendalian wabah.

Seperti diketahui, pemerintah terakhir memperpanjang PPKM hingga Senin, 20 September 2021. Sejumlah daerah telah turun level ke PPKM Level 3 antara lain DKI Jakarta, 5 kabupaten/kota di Banten, termasuk Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, 14 kota/kabupaten di Jawa Barat, 17 kota/kabupaten di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Sementara itu, masih ada dua kota/kabupaten di Jawa Barat yakni Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Purwakarta, serta satu daerah di Jawa Tengah yakni Kabupaten Brebes masih masuk ke dalam Level 4 hingga 20 September 2021.