PAN tidak dalam posisi menyodorkan kader kepada Presiden Jokowi untuk menjadi menteri.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan kesiapan partainya membantu kabinet Presiden Joko Widodo di sisa kepemimpinan. Hal itu ia sampaikan merespons isu kocok ulang kabinet alias reshuffle menteri Kabinet Indonesia Maju.

Sejumlah kader PAN disebut mumpuni untuk menduduki jabatan menteri. Namun, kata pria yang akrab disapa Zulhas itu, PAN tidak dalam posisi menyodorkan kader kepada Presiden Jokowi untuk menjadi menteri.

Diketahui, isu reshuffle ini menguat setelah Zulhas menghadiri pertemuan pimpinan koalisi partai pendukung Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

"Jangan aneh-aneh [secara pribadi siap ditunjuk jadi menteri], pokoknya terserah Pak Presiden. PAN kalau disuruh membantu negara siap, tugasnya untuk merah putih siap," kata Zulhas kepada CNN Indonesia, Sabtu (25/9).

Zulhas sekaligus menegaskan bahwa kebijakan reshuffle merupakan hak Jokowi sepenuhnya. Ia mengatakan sejauh ini belum mendapat informasi perihal rencana reshuffle menteri Kabinet Indonesia maju dalam waktu dekat.

Zulhas juga menampik sejumlah isu yang menyebutkan bahwa dirinya adalah kandidat kuat menteri perhubungan Kabinet Indonesia Maju, untuk menggantikan Budi Karya Sumadi.

"Tidak, itu tidak, saya kan mantan ketua MPR sekarang wakil ketua, jadi saya paham itu hak beliau, terserah beliau," kata dia.

Sementara itu, Politikus PAN Saleh Partaonan Daulay sempat menyatakan bahwa internal PAN sudah membicarakan reshuffle kabinet Jokowi. Namun demikian, Saleh enggan mengatakan lebih lanjut terkait posisi yang ditawarkan kepada partainya.

Menurut dia, tak semua pembicaraan terkait hal itu bisa disampaikan ke publik, sebab masih menjadi hak prerogatif presiden. Saleh juga enggan berbicara spesifik terkait kapan kader PAN akan dipanggil ke Istana.

Isu reshuffle juga menguat setelah sebelumnya Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menyebut bahwa partainya memiliki sejumlah kader mumpuni untuk menduduki jabatan menteri. Meski hal itu dikatakan tidak dalam konteks reshuffle.

Selain Zulhas, kader PAN yang dimaksud antara lain Eddy Soeparno, Soetrisno Bachir, hingga Ketua Dewan Pakar Drajad Wibowo.