Pertukaran tahanan ini juga mengakhiri ketegangan diplomatik yang melanda Beijing dengan Barat.

Anak bos Huawei yang ditahan sebagai tahanan rumah di Vancouver, Kanada, selama hampir tiga tahun akhirnya dinyatakan bebas dan dipulangkan ke China. Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou dinyatakan bebas setelah menyelesaikan tuntutan pidananya.

Meng pun langsung naik maskapai Air China dari Kanada tujuan Shenzhen, China pada Sabtu (25/09) malam.

"Saya akhirnya pulang! Di mana ada bendera China, di sana ada keyakinan. Jika keyakinan memiliki warna, itu pasti merahnya China," kata Meng usai menjejakan kakinya di China, mengutip BBC.

"Hidup saya jungkir balik. Ini sungguh momen yang mengganggu untuk saya. Tapi semua ada hikmahnya. Saya tidak akan lupa doa semua orang dari seluruh dunia," ucap dia.

"Semua ada hikmahnya. Saya tidak akan lupa semua doa yang saya terima dari orang-orang di seluruh dunia," katanya.



Meng didakwa kasus penipuan terkait anak perusahaan Huawei yang menjual perlengkapan di Iran. Langkah bisnis ini dianggap melanggar sanksi-sanksi AS terhadap Iran.

Kasus yang menjerat Meng Wanzhou ini telah memicu ketegangan dalam hubungan diplomatik antara China, AS dan Kanada.

Penahanan Meng yang dilakukan otoritas Kanada atas nama pemerintah AS ini berkaitan dengan dugaan penipuan terhadap Bank HSBC dan penipuan wire, di mana dia dituduh menyembunyikan hubungan bisnis dengan Iran yang dilakukan Skycom, anak perusahaan Huawei.

Media AS memberitakan Meng mengakui telah membantu Huawei menutup-nutupi deal bisnis dengan Iran. Namun dia tetap menegaskan dirinya tidak bersalah.

Sebagai imbalan untuk pengakuannya, jaksa AS sepakat menangguhkan dakwaan terhadap Meng hingga 1 Desember 2022, dan akhirnya menggugurkannya jika Meng tetap mematuhi kesepakatan tersebut.
 

Pembebasan 2 warga negara Kanada

Pembebasan Meng adalah hasil negoisasi bolak-balik antara Amerika, Kanada, China. Dari hasil negoisasi ini, China juga melepaskan dua warga negara Kanada dari tahanan atas tuduhan spionase yaitu pengusaha Michael Spavor dan mantan diplomat Michael Korvig.



Spavor adalah salah satu pendiri organisasi yang memfasilitasi bisnis internasional dan hubungan budaya dengan Korea Utara.

Kovrig adalah mantan diplomat yang diperkerjakan oleh International Crisis Group, sebuah lembaga kajian yang berbasis di Brussel.

Keduanya diketahui ditahan otoritas China beberapa hari setelah Meng ditangkap di Vancouver, Kanada, pada Desember 2018 lalu.

Pada Agustus, China telah menghukum Spavor 11 tahun penjara atas tuduhan mata-mata. Sementara Kovrig belum dijatuhi hukuman sebelum dibebaskan.

Beberapa jam setelah Meng Wanzhou terbang pulang China, PM Kanada Justin Trudeau mengumumkan pembebasan Spavor dan Korvig dalam sebuah konferensi pers.

Dalam pernyataannya, Trudeau menyatakan keduanya tengah dalam penerbangan pulang ke Kanada. "Telah meninggalkan wilayah udara China, dan mereka dalam perjalanan pulang," tegasnya.

"Berita baik buat kita semua ketika mereka menuju rumah untuk berjumpa keluarga masing-masing. Selama 1.000 hari terakhir, mereka menunjukkan kekuatan, ketabahan, ketangguhan, dan keeleganan."

Pertukaran tahanan ini juga mengakhiri ketegangan diplomatik yang melanda Beijing dengan Barat.

Spavor dan Kovrig mendarat di Calgary, Kanada, pada Sabtu sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat dan disambut oleh Perdana Menteri Justin Trudeau.