Melihat putri sulungnya yang kini tengah hamil dan kerap dirundung kabar burung yang membuatnya terpuruk, Krisdayanti akhirnya buka suara.

Aurel Hermansyah merasa dirinya mendapat pukulan keras yang cukup beruntun. Saat kehamilan pertamanya gugur sebelum berkembang serta hujatan dan fitnah yang dilontarkan Savas dan netizen lainnya semakin membuat mental Aurel terpuruk.

Bahkan, Aurel Hermansyah dikabarkan sampai membutuhkan bantuan psikiater untuk menenangkan diri.

Aurel sering konsultasi dengan psikiater lantaran tak sanggup lagi menahan cobaan berat yang datang silih berganti.

Melihat putri sulungnya yang kini tengah hamil dan kerap dirundung kabar burung yang membuatnya terpuruk, Krisdayanti akhirnya buka suara.

"Saya selalu pesen sama ananda Atta sama Aurel untuk bersabar. Nggak pantes juga meng-counter semua berita. Nanti capek dan pusing," ujar Krisdayanti.

Melihat potensi ujaran kebencian dan isu-isu memang tak akan pernah padam, Krisdayanti menyarankan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar untuk tetap berpikiran positif.

"Jadi mendingan stay postive. Karena kalau kita stay positive kita akan spread kebaikan ke semua lini kehidupan kita," tambahnya.

Sebelumnya, Atta Halilintar beberapa waktu lalu secara resmi melaporkan seorang konten kreator yang diduga membuat konten hoaks.

"Intinya manusia kan punya batas sabarnya juga. Mungkin dari setahun lalu kita memaafkan, sabar, tenang. Tapi makin ke sini kok marwah keluarga tuh jadi nggak ada," kata Atta Halilintar.

Selain itu, ia juga merasakan miris melihat kondisi sang istri yang kini tengah mengandung mentalnya terus diusik.

"Dia udah ke psikolog udah sampai berkali-kali ya, hampir beda-beda psikolog juga. Jadi aku lihat dia stress, ini kan sensitif," ujarnya, dilansir dari kanal YouTube Intens Investigasi pada Senin, 27 September 2021.

Atta Halilintar mengaku tidak tega melihat sang istri yang harus terus-terusan menangis ketika mendengar soal isu-isu yang terus mengikuti mereka.

"Kalau istri udah nangis, udah ke psikiater berkali-kali juga. Ya intinya nama keluarga, saya sebagai laki-laki sebagai pemimpin keluarga harus menjaga. Jadi makanya ada yang seperti ini," ujar Atta Halilintar.

"Saya sebagai kepala keluarga, mungkin kalau dulu saya hidup sendiri masih gak apa-apa, tapi kalau istri sudah nangis bahaya," tandasnya.