Untuk itulah, katanya, sebagai upaya penyelamatan atas utang Waskita, Kementerian BUMN melakukan delapan skema penyelamatan, di antaranya melalui restrukturisasi menyeluruh atas Grup Waskita, recycling aset bertahap, dan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkap penyebab PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memiliki liabilitas, termasuk utang, yang cukup tinggi pada tahun buku 2019 yang jumlahnya mencapai Rp93,47 triliun.

Dijelaskan Kartika Wirjoatmodjo, beban utang yang tinggi itu mencapai puncaknya pada tahun 2019 setelah Waskita agresif mengakuisisi jalan tol dari pihak swasta sejak tahun 2015 sampai dengan 2017 lalu.

Rinciannya, seperti dijelaskan Kartika Wirjoatmodjo, utang tersebut senilai Rp70,9 triliun yang bersumber dari pinjaman bank dan obligasi dan sekitar Rp20 triliun utang kepada vendor.

Terlebih lagi, kondisi pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 membuat perusahaan mengalami penurunan dari sisi pendapatan.

"Kenapa terjadi, tahun 2019-2020 pendapatan Waskita drop, pendapatan konstruksi dan tol yang beroperasi turunnya signifikan. Ini membuat kondisi keuangan waskita mengalami pemburukan signifikan," kata mantan Dirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) itu dalam Rapat Kerja di Komisi VI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (27/09/2021).

Untuk itulah, katanya, sebagai upaya penyelamatan atas utang Waskita, Kementerian BUMN melakukan delapan skema penyelamatan, di antaranya melalui restrukturisasi menyeluruh atas Grup Waskita, recycling aset bertahap, dan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

"Asset recycling dilakukan secara bertahap, mulai dari 2019 sudah ada 5 ruas dan sekarang sedang menyelesaikan ruas Cibitung-Tanjung Priok yang dibeli oleh PT Pelindo," kata Kartika Wirjoatmodjo. 

Seperti diketahui, emiten bersandi WSKT ini telah mendapat restu pemegang saham melaksanakan penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 24,56 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Penambahan modal itu disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) yang dilaksanakan Selasa kemarin (21/09/2021) di Hotel Pullman, Jakarta.

Manajemen menyatakan saat ini akan fokus pada penyehatan keuangan melalui proses restrukturisasi perseroan induk dan anak usaha, penjaminan pemerintah, Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue, divestasi aset jalan tol, penyelesaian konstruksi, transformasi bisnis, serta implementasi GCG dan manajemen risiko.

"Strategi tersebut telah dijalankan perseroan pada tahun ini dan telah berpengaruh signifikan pada kinerja keuangan perseroan pada semester pertama tahun 2021," kata Direktur Utama Waskita, Destiawan Soewardjono.

Selama Januari sampai Juni 2021 ini, Waskita membukukan laba bersih sebesar Rp 33 miliar atau meningkat sebesar 102,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam periode tersebut, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 4,7 triliun, turun dari tahun lalu Rp 8,03 triliun.

Senin pekan lalu (20/9), manajemen Waskita juga menyampaikan babak baru restrukturisasi utang perusahaan di mana sebanyak 21 bank telah sepakat untuk merestrukturisasi utang perusahaan.

Upaya restrukturisasi ini dengan memberikan keringanan berupa perpanjangan tenor hingga lima tahun ke depan dengan tingkat bunga yang kompetitif.

Direktur Utama Waskita, Karya Destiawan Soewardjono mengatakan total outstanding utang yang sepakat untuk direstrukturisasi mencapai Rp 29,2 triliun atau telah mencapai 100%. Restrukturisasi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang tertuang dalam 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita.

"Perseroan sangat mengapresiasi penuh dukungan dari para perbankan yang telah memahami bahwa proses restrukturisasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan dan ke depannya juga akan meningkatkan kepercayaan dan optimisme seluruh pihak kepada perseroan," kata Destiawan, Senin (20/09/2021), dalam keterangan resminya.