Perombakan menteri hanya dilakukan untuk menjalankan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden.

Kabar perombakan kabinet atau reshuffle kembali mencuat belakangan ini. Meski demikian Istana menyatakan bongkar pasang personel kabinet merupakan hak Presiden Joko Widodo.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman meminta semua pihak untuk menunggu kepastian kabar reshuffle tersebut.  Dia juga menyampaikan bahwa urusan perombakan menteri hanya akan diumumkan langsung oleh Presiden. 

"Kita tunggu pernyataan langsung dari Presiden," ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/9).

Sebelumnya sejumlah kalangan menilai reshuffle dilakukan lantaran Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dengan koalisi pemerintah. Namun Fadroel mengatakan perombakan menteri hanya dilakukan untuk menjalankan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden.

Dia juga menyampaikan bahwa para menteri saat ini fokus untuk membantu Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19. "Khususnya di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi," ujarnya.

Terpisah, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut tidak ada agenda kocok ulang atau reshuffle kabinet pada Rabu (28/9). Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi publik soal Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet pada Rabu Pon.

Heru tidak membeberkan jadwal kegiatan Jokowi pada esok hari. Akan tetapi, ia memastikan tidak ada rencana reshuffle kabinet di Rabu Pon ini. "Tidak ada," ucap Heru lewat pesan singkat seperti dikutip CNN Indonesia Selasa (28/9).

Sebelumnya, isu reshuffle kabinet muncul usai Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung ke koalisi pemerintah. Publik berspekulasi PAN akan mendapat kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Sejumlah elemen relawan Jokowi menyebut reshuffle kabinet direncanakan pada akhir September. Hal itu merujuk pada keberadaan tanggal 29 September yang bertepatan pada hari Rabu Pon.

Rabu Pon adalah salah satu hari pasaran dalam penanggalan Jawa. Hari itu juga merupakan hari kelahiran Jokowi.

Jokowi dikenal publik sering membuat kebijakan strategis pada Rabu Pon. Misalnya, saat reshuffle 13 menteri, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, 27 Juli 2016.

Hingga saat ini, kepastian reshuffle kabinet belum terang. Namun, PAN memastikan siap menerima kepercayaan dari Jokowi untuk duduk di kabinet.

"Pokoknya terserah Pak Presiden. PAN kalau disuruh membantu negara, siap. Tugasnya untuk merah putih, siap," kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada CNN Indonesia, Sabtu (25/9).

PAN sudah menyodorkan sejumlah nama kadernya untuk mengisi kursi menteri, mulai dari Ketua Umum PAN Zulkifl Hasan, dua mantan ketua umumnya: Hatta Rajasa dan Soetrisno Bachir, hingga Sekjen PAN Eddy Soeparno. Namun, Jokowi lebih memilih Zulkifli untuk mengisi posisi di kabinet dengan pertimbangan soliditas koalisi hingga masa akhir jabatannya tahun 2024.

Zulkifli dikabarkan berpeluang menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang saat ini diduduki oleh Muhadjir Effendy. Tak berhenti sampai di situ saja, Jokowi juga dikabarkan akan menggeser dan mengganti posisi sejumlah menteri. "Reshuffle ini bisa melibatkan sekitar delapan kursi menteri," kata seorang sumber di kalangan politisi.