Couzens yang bertugas di obyek khusus seperti kantor diplomatik, mengaku bersalah atas dakwaan penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan.

Wayne Couzens (48), anggota kepolisian London, Inggris, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti melakukan penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Sarah Everard (33).

Couzens yang bertugas di obyek khusus seperti kantor diplomatik, mengaku bersalah atas dakwaan penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan. Dia menggunakan kedudukannya sebagai polisi untuk menghentikan dan menculik korban. 

Dengan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, Couzens tidak punya peluang mendapatkan pembebasan bersyarat.

"Wayne Couzens memperlakukannya dengan keji. Ini benar-benar jahat untuk dilakukan. Kami merasa dikhianati karena Couzens menyalahgunakan posisinya sebagai petugas untuk melakukan kejahatan keji seperti itu. Kita semua harus bisa bebas berjalan dengan aman," kata Nick Price, dari kantor kejaksaan London, melansir Reuters.


Duchess of Cambridge, Kate Middleton. (foto: istimewa)


Selain memicu kemarahan publik, termasuk Duchess of Cambridge, Kate Middleton, kasus kematian Sarah Everard diketahui telah mendorong banyak wanita untuk berbagi cerita tentang rasa takut mereka saat harus berjalan di malam hari.

BBC News melaporkan, saat kejadian, perempuan yang bekerja sebagai eksekutif pemasaran itu terakhir terlihat pada 3 Maret 2021, sekitar pukul 21.30 waktu setempat.


Sarah Everard terakhir kali terlihat. (foto: istimewa)


Menghilangnya perempuan kelahiran Surrey, Clapham Common, London itu memicu pencarian besar-besaran. Namun setelah lebih dari seminggu, pada 12 Maret jasad Everard ditemukan di sebuah hutan di wilayah Kent, yang berjarak 80 kilometer dari tempat terakhir Everard terlihat.

Belakangan, pada 14 Maret Wayne Couzens didakwa atas penculikan dan pembunuhan Everard oleh divisi kejahatan khusus Crown Prosecution Service yang dikepalai Rosemary Ainslie.

Saat malam kejadian, seorang saksi mata melihat Everard diborgol sebelum dimasukkan ke mobil.