PPP beralasan, komik dan film Superman dikonsumsi anak-anak serta masyarakat luas sehingga PPP menganggap berbahaya.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  mendesak pemerintah memboikot produk-produk terbitan DC Comics menyusul tokoh Superman yang digambarkan sebagai sosok pria biseksual. PPP beralasan, komik dan film Superman dikonsumsi anak-anak serta masyarakat luas sehingga PPP menganggap berbahaya.

"Kami, PPP mendesak pemerintah memboikot produk dari penerbit DC Comics yang telah mengumumkan tokoh baru Superman dalam komiknya sebagai pria biseksual, di mana komik dan film-film Superman juga dikonsumsi oleh anak-anak serta masyarakat Indonesia," kata Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi kepada wartawan, Rabu (13/10).

Selain desakan boikot, disampaikan Baidowi bahwa PPP juga sangat mengecam DC Comics dan meminta penerbit agar menghentikan produksi komik tersebut.

"Sebagai partai yang berasaskan Islam PPP yang dengan jelas menghukumi biseksual sebagai perbuatan buruk dan keji (fahisyah) tentu tidak ingin penggambaran Superman sebagai tokoh biseksual ini menjadi konsumsi anak-anak Indonesia," kata Baidowi.



Ia mengatakan tayangan yang mempertontonkan karakter biseksual kepada anak-anak Indonesia berpotensi merusak generasi bangsa.

"Kami juga meminta kepada pemerintah agar dengan tegas memblokir setiap tayangan yang menggambarkan perbuatan hina LGBT," ujar Baidowi.

Diketahui, penerbit serial komik populer DC Comics mengumumkan bahwa tokoh Superman terbaru, Jon Kent, akan digambarkan sebagai pria biseksual.

Dalam komik yang akan terbit pada November mendatang, Jon, yang merupakan anak dari Clark Kent - yang sebelumnya juga menjadi pahlawan super Superman, digambarkan menjalin hubungan romantis sesama jenis dengan temannya, Jay Nakamura.

Munculnya Superman sebagai pria biseksual, diumumkan pada hari Senin (11/10) oleh DC Comics, bertepatan dengan National Coming Out Day, hari kesadaran LGBT tahunan yang dimulai di AS.



Kisahnya menjadi bagian dari 'Superman: Son of Kal-El', seri komik yang menceritakan perjalanan hidup Jon berkembang dari Superboy menjadi Superman setelah ua mengambil alih kekuatan ayahnya, Clark Kent.

Dalam seri komik tersebut, Clark Kent dikisahkan telah menikahi Lois Lane dan memiliki seorang putra yang dinamai seperti ayah Clark, Jonathan.

Sejak komik seri ini dirilis pada bulan Juli, Jon telah memerangi kebakaran hutan yang disebabkan oleh perubahan iklim, menggagalkan insiden penembakan di sekolah, dan memprotes deportasi para pengungsi.

Dalam edisi sebelumnya, Jon menjalin persahabatan dengan Jay - seorang reporter berkacamata berambut merah muda.

DC Comics mengatakan pasangan itu akan dikisahkan terlibat dalam hubungan romantis dalam edisi kelima mendatang, setelah Jon "letih secara mental dan fisik karena mencoba menyelamatkan semua orang yang ia bisa".

Detail plot dalam komik yang akan terbit bulan depan itu belum terungkap, namun gambar-gambar yang dibagikan oleh DC Comics menunjukkan Jon dan Jay berbagi ciuman.

Penulis serial komik tersebut, Tom Taylor, mengatakan evolusi Superman ini sesuai dengan nilai-nilai yang selalu diwakili oleh karakter pahlawan super itu-- dan, yang terpenting, mencerminkan pengalaman banyak penggemar komik.

"Simbol Superman selalu mewakili harapan, kebenaran dan keadilan," kata Taylor dalam sebuah pernyataan.

"Hari ini, simbol itu mewakili sesuatu yang lebih. Hari ini, lebih banyak orang dapat melihat diri mereka sendiri sebagai pahlawan super paling kuat dalam komik."