SiPetruk merupakan aplikasi berbasis Android yang dapat diunduh pada platform Google PlayStore. Sistem ini diperuntukkan bagi para pengembang untuk memastikan kualitas hunian yang dibangun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melakukan piloting project penerapan Aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) untuk memantau kualitas rumah subsidi. Kegiatan piloting project SiPetruk dilaksanakan di Jawa Barat selama dua hari pada 7–8 Oktober 2021 berlokasi di Perumahan Pesona Bukit Bintang Kabupaten Bandung dan Perumahan Griya Puspita Asri Kabupaten Garut.

SiPetruk merupakan aplikasi berbasis Android yang dapat diunduh pada platform Google PlayStore. Sistem ini diperuntukkan bagi para pengembang untuk memastikan kualitas hunian yang dibangun. Bank pelaksana juga dapat menerima manfaat dari aplikasi ini yaitu dengan memperoleh kemudahan dokumen kelayakan karena telah diintegrasikan dengan sistem host to host di bank pelaksana.

Inovasi SiPetruk menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat sebagai end user atau konsumen. Melalui SiPetruk, hunian yang dibangun oleh para pengembang perumahan harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah, sebagai upaya dalam melakukan perlindungan konsumen.

“Pemerintah berkomitmen untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Piloting project perlu dilakukan di berbagai lokasi mengingat permasalahan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya berbeda. Pada pelaksanaan piloting project SiPetruk, PPDPP juga melakukan pemutakhiran sistem dengan menambahkan fitur “cek di sekitar” yang disediakan di Aplikasi SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) sehingga memudahkan pengembang perumahan untuk memeriksa ketersediaan dan memilih Manajemen Konstruksi (MK) yang tersedia di sekitar perumahan yang akan diperiksa. PPDPP menargetkan perumahan-perumahan yang baru dibangun untuk menggunakan metode SiPetruk, sehingga pada tahun 2022 para pengembang telah menerapkan SiPetruk untuk seluruh rumah baru.

“Secara keseluruhan piloting project ini berhasil, karena dari perekaman awal hingga akhir di lapangan, semua data sudah langsung diterima oleh sistem sesuai dengan ketentuan,” jelas Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin.

Capaian FLPP Lebihi Target

Sementara Arief Sabaruddin menambahkan penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021 telah melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 157.500 unit. Tercatat hingga 11 Oktober 2021, penyaluran dana FLPP sebesar 158.359 unit senilai Rp17,32 triliun.atau tercapai 100, 55% dari target. Sehingga total penyaluran dari tahun 2010 – 2021 telah mencapai 923.214 unit senilai Rp72,91 triliun.

“Kami optimis bisa mencapai 170 ribu hingga akhir Oktober ini atau 107% dari target yang ditetapkan pemerintah. Saat ini capaian realisasi dari bank pelaksana sudah melebihi 80% dari target yang ditetapkan dan mereka komitmen untuk menyelesaikan sampai batas akhir bulan ini,” ujar Arief Sabaruddin.

Dari 41 Bank Pelaksana FLPP tahun 2021, penyalur tertinggi per periode 8 Oktober 2021 diraih oleh BTN sebanyak 85.557 unit, BTN Syariah sebanyak 18.114 unit, BNI sebanyak 16.355 unit, BRI sebanyak 9.657 unit, BJB sebanyak 5.223 unit, BSI sebanyak 4.491 unit, Mandiri sebanyak 2.242 unit, Sumselbabel sebanyak 1.643 unit, Kalbar sebanyak 1.291 unit, Bank Jambi sebanyak 1.169 unit, Nagari sebanyak 1.106 unit dan, serta NTB Syariah sebanyak 1.073 unit sedangkan sisanya disalurkan oleh bank lainnya.