Sejak masuk pasar modal hingga kini, pergerakan saham Bukalapak, di luar ekspektasi. Harganya cukup rendah, belum menunjukkan adanya tanda-tanda kenaikan.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, mengatakan, pergerakan saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kurang bagus akhir-akhir ini. Harga sahamnya di bawah Rp700 per lembar pada Rabu sore (13/10/2021).  "Performa (saham Bukalapak) akhir-akhir ini kurang bagus ya," ucap Inarno dalam Webinar Series Kafegama: Peningkatan Investor Ritel di Masa Pandemi,

Dia berharap, harga saham Bukalapak bisa bangkit (rebound) ke depannya. Dengan demikian, kinerja saham salah satu unicorn Indonesia itu bisa kembali positif. "Mudah-mudahan ke depannya akan lebih baik lagi," imbuh Inarno.

Informasi saja, saham Bukalapak berakhir di level Rp695 per saham. Angka itu terkoreksi 5,44 persen atau 40 poin dari penutupan sebelumnya yang sebesar Rp735 per saham.

Harga saham Bukalapak jauh dari posisi saat perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), yakni Rp850 per saham. Jika dihitung, harga saham sudah jeblok 18,23 persen.

Mengutip RTI Infokom, harga saham Bukalapak melemah 20,11 persen dalam satu bulan terakhir. Sementara, kalau dilihat sepekan terakhir tercatat melemah 16,77 persen.

Sebagai infromasi, harga saham Bukalapak terus berfluktuasi sejak perusahaan melantai di BEI pada Juli 2021 lalu. Bukalapak sendiri adalah unicorn pertama Indonesia yang mencatatkan sahamnya di pasar modal.