salah satu pergeseran yang bakal dirotasi adalah kursi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Kabar kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali berhembus kencang. Beredar kabar, salah satu pergeseran yang bakal dirotasi adalah kursi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Pengamat komunikasi politik, M Jamiluddin Ritonga mengatakan, perombakan posisi KSP adalah hal yang wajar dilakukan. Jenderal TNI (Purn), Moeldoko dinilai layak dicopot.



Penilaian itu tak lepas dari tindakan Moeldoko yang telah melakukan kudeta terhadap kepemimpinan sah Partai Demokrat, melalui KLB Deliserdang.

Jamiluddin menilai, didapuknya Moeldoko sebagai ketua umum versi KLB Deliserdang sudah merusak marwah dan kredibilitasnya di mata publik.

Hal itu ditambah dengan perseteruan Moeldoko dan aktivis. "Moeldoko setidaknya membuat heboh dengan keterlibatannya mengusik Partai Demokrat dan kontroversinya dengan ICW," katanya.

Lebih jauh Jamiluddin menilai, Marsekal Hadi Tjahjanto yang sebentar lagi memasuki masa pensiun dianggap berpeluang menggantikan Moeldoko. "Posisi Moeldoko kemungkinan akan diisi Hadi Tjahjanto," ulasnya.



Akademisi dari Universitas Esa Unggul itu juga menyinggung soal kursi Menkopolhulam yang saat ini dijabat Mahfud Md. Menurutnya, posisi Mahfud saat ini agak aman. Mahfud Md punya dukungan kuat dari Nahdlatul Ulama (NU).

"Meskipun Mahfud bukan orang partai, namun dukungan NU sangat kuat. Karena itu, bila Mahfud diganti ada kemungkinan akan mendapat reaksi keras dari NU. Hal itu kiranya tidak diinginkan Jokowi," urainya.



Selain itu, kehadiran Mahfud di Menko Polhukam sangat diperlukan untuk menjaga demokrasi di tanah air.

"Karena itu, kalau Hadi Tjahjanto akan dimasukkan dalam kabinet, peluang terbesarnya mengganti KSP Moeldoko," katanya.