Menteri Sosial Tri Rismaharini menyoroti adanya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 75 ribu yang belum terima bantuan sosial (bansos) di Bali.

Diperkirakan, dana yang masih tertahan sepanjang Juli-September mencapai Rp450 miliar. Oleh karena itu, Risma ingin Kemensos jemput bola. Para penerima manfaat yang belum menerima bansos disegerakan.

Ia juga menyarankan, KPM yang belum menerima bansos segera melakukan transaksi di sejumlah daerah, seperti Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan.

Mensos Risma, mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mendistribusikan bansos agar mendorong kegiatan ekonomi. Dikhawatirkan KPM yang belum dicairkan akan terkena blokir. "Kalau masih ada ribuan KPM belum cair, ekonomi di level bawah tidak bergerak. Sementara ini sudah pertengahan Oktober. Kalau tidak segera dicairkan, akan segera kena blokir," tutur Risma dikutip dari Antara, Selasa (19/10/2021).

Mensos Risma pun turut mencairkan secara langsung Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako di Bali. Ini dilakukan untuk mendorong pendistribusian bantuan sosial kepada masyarakat. "Saya datang ke sini karena kartunya belum diserahkan kepada penerima, sehingga saya minta para penerima PKH dijemput," kata Risma.

Sebelumnya Risma telah mengikuti rapat dengan sejumlah pemangku kepentingan di Bali dalam rangka memadankan data bantuan sosial. Ia turut memastikan penerima manfaat yang tiba di lokasi agar langsung menerima bantuan secara tunai.