Terkait penurunan emisi karbondioksida (CO2), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menorehkan prestasi gemilang. Apa itu?

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengklaim, emisi CO2yang dihasilkan dari pembangkit listrik berhasil ditekan turun hingga 10,37 juta ton.

Capaian ini merupakan prestasi, lantaran emisi CO2 ditargetkan bisa dikurangi 4,92 juta ton pada tahun ini. Artinya, pencapaian tersebut melampaui target hingga 210 persen.

Dia mengungkapkan, penggunaan biomassa untuk membangkitkan tenaga listrik menjadi salah satu alasan emisi yang dihasilkan dapat ditekan. Selain itu, Rida memaparkan, sejumlah progres bidang ketenagalistrikan yang ditengah dilakukan hingga kuartal III 2021. Seperti konsumsi listrik yang telah mencapai 1.109 kWh/kapita atau 92 persen dari target.

Jumlah pembangkit listrik baru tercapai 936,63 MW atau setara 15,1 persen dari target. Kendati demikian, penambahan jumlah transmisi masih cukup besar, yakni 1.910 kms atau 40,1 persen dari yang ditargetkan.

Kemudian, rasio elektrifikasi yang ditargetkan akan rampung 100 persen hingga akhir tahun, saat ini posisinya sudah mencapai 99,39 persen. Adapun, jumlah gardu induk juga terus bertambah sebanyak 4.521 MVA atau 53,4 persen dari target. Target gardu distribusi listrik yang mencapai 42.714 kms, baru tercapai 23,2 persen atau sebanyak 9.915 kms.

Investasi yang berhasil masuk di bidang ini mencapai US$4,22 miliar atau setara Rp59 triliun. Pencapaian ini seiring dengan investasi yang masuk sudah memenuhi 42,6 persen dari target.