Baru sehari, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk lolos dari gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU yang diajukan PT My Indo Airlines, muncul gugatan baru. Lagi-lagi urusan utang.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang bersandi emiten GIIA kembali digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Kali ini, gugatan dilayangkan PT Mitra Buana Koorporindo.

Gugatan ini didaftarkan Mitra Buana Koorporindo ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (22/10/2021). Dikutip dari situs Registrasi dan Layanan Online Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, perkara itu terdaftar dengan nomor registrasi 425/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Jkt.Pst. Informasi yang sama juga dimuat dalam situs SIPP PN Jakpus. Namun, status perkara sudah memasuki tahapan penunjukan juru sita.

Pada Kamis (21/10/2021), Garuda baru saja lolos dari gugatan PKPU yang dilayangkan PT My Indo Airlines (MYIA) dalam putusan sidang yang digelar di Gedung PN Jakpus.

MYIA memasukkan gugatan ke PN Jakarta Pusat pada Jumat, 9 Juli 2021, dengan registrasi perkara Nomor: 289/Pdt.Sus/PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. MYIA mengajukan gugatan karena Garuda Indonesia menunggak pembayaran sejumlah kewajiban kepada perusahaan.

Gugatan yang diajukan maskapai penerbangan khusus kargo, My Indo Airlines itu, mengacu pada Undang-undang Nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Mengutip situs resminya, Mitra Buana Koorporindo merupakan salah satu perusahaan System Integrator (SI) skala nasional yang menyediakan berbagai solusi IT khusus pelanggan bisnis. Ada logo Garuda Indonesia yang tertera dalam situs tersebut sebagai mitra.

Mitra Buana Koorporindo berdiri pada 2007 yang beralamat Ketapang Business Center, Jakarta Pusat. Tidak hanya Garuda, beberapa perusahaan lainnya dari dalam dan luar negeri juga menjadi klien mereka.