Total perdagangan kedua negara mencapai USD 1,18 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke  Mesir  sebesar  USD  1,06  miliar  dan  impor  Indonesia  dari  Mesir  sebesar  USD 128,30  juta

Capaian transaksi gelaran Trade Expo Indonesia Digital Edition ke-36terus bertambah. Hingga hari  kedelapan,  pameran  perdagangan  terbesar  di  Indonesia  ini  telah  meraup  transaksi  sebesar USD 870,16 juta. Nilai ini terealisasi  setelah Kementerian  Perdagangan memfasilitasi  penandatanganan tiga nota  kesepahaman (MoU) untuk  produk biji kopi robusta,  makanan ringan  dan kopi instan,  serta bumbu  masakan,  sambal,  kelapa santan, kelapa serut dengan nilai USD 8 juta. 

Penandatanganan MoU  dilakukan antara  pelaku  usaha  Indonesia  dengan  mitra  dagang  asal Mesir secara  daring pada  hari  ini, Kamis  (28/10). Kegiatan  ini disaksikan oleh Direktur  Pengembangan  Promosi  Dan  Citra Merry Maryati.

“Kemendag menyampaikan  selamat  kepada pelaku  usaha  kedua  negara kesepakatan  yang  telah  dicapai. Diharapkan hal ini dapat memberikan motivasi pelaku usaha kedua negara untuk dapat terus menjalin kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Merry.

Hingga hari  kedelapan,  Kemendag  telah  memfasilitasi 58  penandatanganan  MoU. Penandatangan tersebut dilakukan antara perusahaan Indonesia dengan 14 negara mitra dagang.

“Dengan terus bertambahnya jumlah transaksi dari penandatanganan MoU, diharapkan target sebanyak USD 1,5 miliar dapat tercapaisaat penutupan TEI-DE nanti,” pungkas Merry.

Pada  periode  Januari—Agustus 2021,  total  perdagangan  Indonesia  dan Mesir  tercatat sebesar  USD 1,12 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Mesir tercatat sebesar USD 980,07. Sementara impor Indonesia dari Mesir tercatat sebesar USD 142,52juta. Dengan demikian, Indonesia surplus sebesar USD 837,55 juta. 

Sementara pada 2020, total perdagangan kedua negara mencapai USD 1,18 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke  Mesir  sebesar  USD  1,06  miliar  dan  impor  Indonesia  dari  Mesir  sebesar  USD 128,30  juta.  Dengan  demikian, pada periode ini Indonnesia surplus sebesar USD 927,51 juta.

Komoditas ekspor Indonesia ke Mesir di antaranya minyak kelapa sawit, kopi, benang, produk karet, dan produk kayu. Sementara impor utama dari Mesir di antaranya produk hewani, produk kimia, kalsium fosfat alami, kurma, dan gula.