Saya titip kepada OJK, sebagai lembaga pengawas jasa keuangan, untuk membantu sosialisasi digiKU kepada masyarakat

Menko Luhut turut hadir pada gelaran Festival UMKM Toba Vaganza pada Jumat, 12-11-2021. Pada sambutannya, Menko Luhut menyampaikan gelaran festival ini merupakan dukungan nyata bagi UMKM di Sumatera Utara. Pemerintah melalui Gernas BBI terus mendorong pelaku UMKM di Indonesia agar dapat memasarkan produknya melalui sistem digital.

Pada umumnya, pelaku UMKM tak jarang menghadapi masalah, khususnya soal permodalan. Melalui festival ini, peran OJK diharapkan dapat memberikan bantuan dan jaminan keamanan terhadap akses pembiayaan. Hal ini dapat menghindari pelaku UMKM menjadi korban pinjaman online ilegal dengan menawarkan solusi agar bertransaksi melalui DigiKU.

“Saya berharap UMKM Toba juga dapat memanfaatkan kesempatan ini. Saya titip kepada OJK, sebagai lembaga pengawas jasa keuangan, untuk membantu sosialisasi digiKU kepada masyarakat,” terang Menko Luhut.

Festival UMKM Toba Vaganza ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, seperti pameran, talkshow, hingga “Kampus UMKM Bersama” berkolaborasi dengan e-commerce, PTN maupun PTS. Menko Luhut menambahkan agar ide ini dapat menjadi raw model bagi Kementerian/Lembaga.

“Ini merupakan sebuah terobosan dan keseriusan dalam mendampingi UMKM. Tidak hanya onborading, namun diberi pelatihan, belajar aplikasi laporan keuangan, fasilitasi pembiayaan, hingga kesempatan masuk ke pasar global,” imbuhnya.

Saat ini OJK membina 1.217 UMKM yang diharapkan dapat berkembang menjadi UMKM yang siap bersaing di pasar global. “Terlebih, OJK adalah wakil ketua tim Gernas BBI, dan pada 2022 akan menjadi campaign manager di Sumatera Barat. Saya yakin OJK dapat berkontribusi membantu capaian target BBI sebesar 30 juta UMKM onboarding pada 2023,” tambahnya.

Menko Luhut berharap agar OJK dapat menciptakan inovasi di sektor produk dan jasa keuangan, baik layanan perbankan, pasar modal, serta industri keuangan non bank.