Deputi Pencegahan PPATK Muhammad Sigit mengatakan, berdasarkan analisis PPATK, ditemukan adanya dugaan aliran dana hasil kejahatan yang berasal dari dan luar wilayah Indonesia yang digunakan sebagai modal bisnis pinjol ilegal

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan, aliran dana dalam bisnis pinjaman online (pinjol) ilegal terindikasi merupakan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Deputi Pencegahan PPATK Muhammad Sigit mengatakan, berdasarkan analisis PPATK, ditemukan adanya dugaan aliran dana hasil kejahatan yang berasal dari dan luar wilayah Indonesia yang digunakan sebagai modal bisnis pinjol ilegal.

"Berdasarkan analisis PPATK, ditemukan adanya dugaan aliran dana hasil kejahatan yang berasal dari dan luar wilayah Indonesia dan digunakan sebagai modal dalam bisnis pinjaman online ilegal tersebut," kata Sigit dalam keterangan pers-nya, Senin (22/11/2021).

Oleh sebab itu, Sigit mengatakan, interkonektivitas antara lembaga keuangan dalam dan luar negeri serta pesatnya aliran dana masuk dan keluar Indonesia yang berasal dari upaya mengaburkan, menyamarkan asal-usul uang dari tindak pidana asal seperti korupsi atau narkoba perlu diwaspadai.

PPATK pun menggelar diskusi yang membahas upaya mendeteksi, mencegah, dan memberantas maraknya aktivitas pinjaman online ilegal yang terindikasi TPPU.


Sumber: kompas