Mendekati akhir tahun, capaian perekonomian semakin oke punya. Indikatornya, neraca perdagangan terus melaju. Upaya pemerintah mendorong nilai ekspor terus melaju, didorong membaiknya harga komoditas.

Seperti disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, neraca perdagangan yang terus mengalami surplus semakin membesarkan optimisme. Di tengah masih adanya pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia.

Di mengaku yakin bahwa target surplus neraca perdagangan 2021 sebesar US$40 juta bakal terlewati. Alasannya, neraca perdagangan mengalami surplus signifikan sejak Mei 2021. "Saya yakin ini (neraca perdagangan) bisa terus meningkat dan bisa tutup lebih dari US$40 miliar," kata Jerry dalam diskusi IDC 2021, Jakarta, dikutip dari liputan6.com, Rabu (24/11/2021).

Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2021 surplus sebesar US$5,73 miliar. Ini merupakan tren yang sudah dicetak beruntun sejak Mei 2020. Selain itu, surplus pada Oktober 2021 ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Apalagi menjelang akhir tahun ini aktivitas masyarakat sudah mulai meningkat. Semua sektor dan daerah juga harus bisa dimanfaatkan dan diupayakan, agar hasil yang dicapai ini menjadi lebih optimal. "Ini pesan yang optimis, sesuatu yang harus kita syukuri," kata dia.

Sebelumnya, nerca perdagangan membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$5,73 miliar atau setara Rp81,3 triliun (kurs Rp14.204/US$) pada Oktober 2021. Nilai ekspor lebih besar ketimbang impor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka ekspor pada Oktober 2021 yang mencapai US$22,03 miliar masih lebih tinggi dibanding volume impor di bulan yang sama, yakni sebesar US$16,29 miliar. “Dengan nilai ekspor sebesar USD 22,03 miliar di bulan oktober yang tadi saya sampaikan, dan impor kita di bulan Oktober ini adalah USD 16,29 miliar. Maka kalau kita kalkulasi neraca perdagangan di bulan Oktober 2021 ini tercatat surplus sebesar USD 5,73 miliar,” kata Kepala BPS, Margo Yuwono.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika dilihat secara tren, neraca perdagangan Indonesia ini telah membukukan surplus selama 18 bulan secara beruntun.