Nurul Ghufron menjelaskan, aset yang dimilikinya kebanyakan berbentuk property baik tanah maupun bangunan yang dia beli dari proses lelang negara tahap ketiga atau harga likuidasi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron mengungkapkan rasa terimakasihnya atas perhatian dari masyarakat terkait jumlah harta kekayaannya yang mengalami peningkatan sejak duduk di kursi pimpinan lembaga antirasuah.

Nurul Ghufron mengatakan, dirinya bangga atas pengawasan dan kontrol publik terhadap aparat negara. Nurul Ghufron bahkan mengatakan bahwa pemberitaan media yang menginformasikan kenaikan hartanya tersebut adalah bagian dari penghargaan publik kepada dirinya.

"Saya sampaikan terimakasih atas perhatiannya. Dan saya berbangga atas pengawasan dan kontrol publik terhadap aparat negara, semoga bermanfaat untuk menjaga integritas PN (Penyelenggara Negara)," ujar Nurul Ghufron, Kamis (02/12/2021).

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2019, kekayaan Ghufron tercatat sebesar Rp9,23 miliar. Selanjutnya pada periode 2020, harta kekayaan Ghufron menjadi Rp13,48 miliar.

Nurul Ghufron menjelaskan, aset yang dimilikinya kebanyakan berbentuk property baik tanah maupun bangunan yang dia beli dari proses lelang negara tahap ketiga atau harga likuidasi.

"Sehingga harga pembeliannya relatif murah. Selanjutnya saya renovasi dan saya jadikan rumah atau kostan," ungkapnya.

Bahkan kata Ghufron, terkadang aset tersebut dijual kembali setelah renovasi atau terkadang direnovasi untuk usaha kostan. Sebagai contoh, dia menyebut hartaya yang berada di Jember memiliki tiga lokasi kostan yang kamarnya total sekitar 70 kamar.

"Di masa COVID ini income-nya relatif turun, tetapi dalam pelaporan LHKPN saya laporkan bukan saja sebagai harga pasar rumah, namun saya laporkan sebagai rumah kostan yang nilainya bisa menjadi dua kali lipat dari harga belinya," tuturnya.

"Sehingga kenaikan LHKPN tersebut karena penyesuaian nilai harta tersebut," pungkasnya.