Sebagian tewas akibat hipotermia di dalam mobil mereka.

Setidaknya 22 orang Wisatawan meninggal dunia di tengah kemacetan akibat badai salju yang menerjang salah satu kota di Pakistan pada Sabtu (08/01). Korban terdiri dari 10 pria, dua perempuan dan 10 anak-anak. Sebagian tewas akibat hipotermia di dalam mobil mereka.

Hingga kini kepolisian Pakistan masih menyelidiki korban lainnya meninggal karena kedinginan atau sesak napas setelah mengisap asap knalpot.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak terlihat mobil-mobil tertimbun salju, pepohonan tumbang menimpa jalan dan mobil, hingga dingin yang menggigit tulang akibat badai salju yang melanda.

Suhu merosot hingga minus 8 derajat Celsius di kawasan kota resor Pegunungan Muree, sekitar 45 kilometer di utara Islamabad, Pakistan.

Rekaman video tragedi kemacetan di tengah badai salju di Muree yang beredar menunjukkan sejumlah wisatawan  berupaya mencari pertolongan.

Dengan napas terengah-engah karena dingin yang membekukan, mereka mendatangi mobil satu demi satu demi mencari pertolongan.



"Kirim seseorang, militer. Enam belas orang sudah tewas. Ada mayat-mayat di dalam mobil. Kami butuh bantuan. Tolong kami," ujarnya sambil menahan dingin, dikutip dari Samaa.tv.

Video yang lain memperlihatkan seorang pria meminta warga untuk keluar rumah dan membantu para wisatawan yang terjebak di dalam mobil.

"Bawa sekopmu! Orang-orang ini butuh bantuanmu! Bawakan makanan dan pakaian hangat, terutama makanan untuk anak-anak," katanya. 

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Sheikh Rashid, menyatakan bahwa militer sudah dikerahkan untuk membersihkan jalan dan menyelamatkan ribuan orang yang masih terperangkap di kawasan Muree itu.

Berdasarkan keterangan di situs Pusat Perkiraan Cuaca Nasional Pakistan, badai salju masih akan terjadi di kawasan itu hingga Minggu (9/1).

Menurut Menteri Informasi Pakistan, Fawad Chaudhry, badai salju yang menerjang kawasan Muree dan sekitarnya itu memecahkan rekor selama beberapa dekade.

Kantor Kepala Menteri Provinsi Punjab pun menyatakan daerah di sekitar badai salju itu sebagai "area bencana" dan mendesak warga untuk menghindari lokasi tersebut.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengaku terkejut mendengar kabar mengenai insiden ini. Ia menyatakan bahwa insiden ini terjadi karena beberapa faktor.

"Salju sangat lebat dan orang bepergian tanpa mengecek kondisi cuaca. Otoritas distrik tak siap. Saya sudah memerintahkan penyelidikan dan menetapkan regulasi ketat untuk memastikan tragedi ini dapat dicegah," kata Khan melalui Twitter.