Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi mengapresiasi komitmen program tol laut pemerintah. Program yang sudah berjalan ini telah menunjukkan hasilnya, mampu menurunkan biaya logistik hingga 25 persen.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menginstruksikan layanan Kapal Tol Laut terus dioptimalkan. Hal itu dikemukakan Menhub meninjau Pelabuhan Kalabahi di Kabupaten Alor dan Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat.

“Kapal Tol Laut hadir untuk memastikan distribusi logistik dapat menjangkau daerah terpencil dan terluar seperti Alor, Maumere, dan daerah lainnya secara berkelanjutan,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat, (14/1).

Untuk mengoptimalkan Kapal Tol Laut, menurut dia, antara melalui percepatan waktu sandar dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya dengan menambah fasilitas pelabuhan dan mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital yang dikembangkan Kemenhub dengan BRI.

“Keberadaan Kapal Tol laut sudah menjadi kebutuhan masyarakat NTT. Dengan mempercepat waktu, pergerakan kapal akan lebih cepat, biaya lebih efisien, dan mencegah keterlambatan kedatangan kapal. Yang tadinya satu trayek bisa 14-20 hari, bisa dipangkas menjadi 10 hari,” ujar Menhub.

Terkait pemanfaatan layanan digital, Menhub menjelaskan kerja sama antara Kemenhub dengan Bank BRI telah mengintegrasikan aplikasi Sitolaut dengan layanan perbankan digital dari BRI.

“Ini adalah upaya kita untuk menjangkau end user atau pedagang terkecil (UMKM) yang berada di daerah yang dilayani oleh rute tol laut. Mereka bisa pesan barang langsung, semudah kita memesan makanan melalui aplikasi digital. Ini akan menghindari monopoli dari pihak-pihak tertentu yang membuat harga-harga barang dari tol laut ini tidak kompetitif,” katanya.

Selain itu Menhub juga meminta untuk membagi peran antara kapal-kapal swasta komersial dengan kapal tol laut bersubsidi.

“Kita juga harus memberikan dukungan agar kapal-kapal swasta bisa lebih kompetitif. Dengan adanya kapal bersubsidi, kita tidak menghilangkan yang komersial. Kapal komersial turut melayani distribusi logistik, sehingga kapal-kapal bersubsidi bisa melayani ke tempat-tempat lainnya yang lebih membutuhkan,” katanya.

Menhub juga meminta jajarannya bersama operator kapal untuk terus mengoptimalkan muatan kapal perintis bersubdisi yang yang melayani angkutan penumpang maupun barang dan meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan komoditi lokal sebagai upaya meningkatkan muatan balik.

“Saya apresiasi di Pelabuhan Maumere ini sudah ada muatan balik yang sama banyaknya dengan muatan datang. Ini bisa jadi contoh pelabuhan-pelabuhan lainnya,” ujar Menhub.

Pelabuhan Marunda

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi mengapresiasi komitmen program tol laut pemerintah. Program yang sudah berjalan ini telah menunjukkan hasilnya, mampu menurunkan biaya logistik hingga 25 persen.

Selama ini, banyak orang mengandalkan angkutan darat untuk logistik. Padahal, angkutan darat mulai dari infrastruktur hingga muatan sangat terbatas. Sehingga, angkutan laut bisa menjadi pilihan alternatif, terlebih lagi negara Indonesia kebanyakan kepulauan.

Menurut Widodo, adanya tol laut juga momentum memperbaiki infrastruktur dan menghadirkan investasi. 

"Dengan adanya tol laut, mau tak mau pelabuhan di daerah pelosok dikembangkan sehingga bisa menyandarkan kapal yang bermuatan besar," ujarnya dalam satu kesempatan.

Selain itu, tutur dia, dengan biaya logistik yang murah bakal membuat investor tertarik berinvestasi di Indonesia.

"Terlebih, ada pandemi yang menuntut logistik harus berjalan dengan baik. Tapi, tidak mungkin jalan jika tidak ada infrastrukturnya. Dan tidak mungkin swasta bangun lebih dulu melainkan harus didahului pemerintah," terang Widodo.

Dia menambahkan, KCN juga mengambil peran dalam program tol laut ini. Sebab, dengan adanya dermaga yang dikelola KCN, proses bongkar muatan barang curah bisa dikerjakan oleh KCN.