Dari transaksi digital ini ada yang mendapatkan cuan hingga nilai fantastis.

Non Fungible Token (NFT) kini semakin populer dan peminatnya pun semakin banyak dan terus bertambah. Dari transaksi digital ini ada yang mendapatkan cuan hingga nilai fantastis.

Nama Ghozali Everday sebagai salah satu penjual NFT di platform OpenSea tengah menjadi bahan pembicaraan, setelah harga NFT miliknya melambung tinggi.

NFT milik Ghozali Everyday berupa foto selfie dirinya selama 4 tahun, yang diambil sejak ia berusia 18 tahun, hingga kini 22 tahun. Foto selfie itu tersedia di OpenSea dengan jumlah 933 foto. Foto selfie milik Ghozali Everyday dijual dengan harga tertinggi sebesar 66.346 RH atau setara dengan Rp3,1 triliun.

NFT memang merupakan aset digital berbasis teknologi blockchain yang sedang populer di dunia kripto. Pasalnya, nilainya bisa mencapai puluhan juta dolar AS.

Sebagian besar, NFT diperdagangkan memakai ether (ETH), koin buatan Ethereum. Seperti namanya, "non-fungible", NFT merupakan aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tak bisa ditukar atau digantikan.

NFT bisa dikatakan sebagai lahan baru bagi orang yang ingin mencari penghasilan dari transaksi digital. Permintaan dan penawaran NFT dari tahun ke tahun kian meningkat. Ini bisa dilihat dari laporan DappRadar, pengembang aplikasi yang menggunakan skema blockchain.

DappRadar mengumumkan jika volume penjualan NFT mencapai sepanjang tahun 2021 telah mencapai 25 miliar dolar AS (sekitar Rp 357 triliun). Angka tersebut mengalami jauh peningkatan dibanding tahun 2020, yang berada di angka 95 juta dolar AS (Rp 1,3 triliun).

Sementara itu, penjual NFT juga mengalami peningkatan dari tahun 2020 hanya terdapat 545.000 penjual, kemudian di tahun 2021 menjadi sekitar 28,6 juta penjual.

Melihat angka tersebut, tentu semakin membuat penasaran soal apa itu NFT. NFT sendiri merupakan bagian dari teknologi blockchain yang serupa dengan mata uang kripto. Namun, NFT ini berupa sertifikat digital untuk menjustifikasi kepemilikan dari suatu barang.

Sedikit informasi, blockchain merupakan sistem penyimpanan data digital yang memungkinkan pengguna bisa saling transfer data secara rahasia melalui skema enkripsi dalam kriptografi.

Skema itu bisa mengkonversi data menjadi mengonversikan informasi menjadi kode rahasia sebelum dikirim sehingga data tidak bisa dilacak dan dimiliki oleh pengguna lain yang tidak memiliki datanya.

Data dalam blockchain itu bermacam-macam, salah satunya adalah mata uang kripto seperti Ethereum, Bitcoin, dan sebagainya, yang mungkin telah banyak diketahui orang. Namun, bentuk data dalam sistem blockchain itu kian berkembang.

Seperti data blockchain yang kini tengah popular, yakni sertifikat digital dalam NFT. Sebagaimana telah disebut di atas, sertifikat digital pada NFT ini biasanya ditanamkan pada gambar, foto, video, atau karya-karya seni digital lainnya.

Ketika karya seni digital itu menjadi NFT, yang mana berarti telah dienkripsi dalam blockchain, maka karya seni digital itu tidak dapat diduplikasi oleh orang yang bukan pemilik aslinya.

Sederhananya, NFT bisa dikatakan seperti sertifikat fisik hak cipta yang dapat menjamin keaslian suatu karya seni, bedanya NFT berupa sertifikat digital. Dari titik cara kerja NFT ini, mungkin bisa dibayangkan secara kasar mengapa harga NFT bisa melambung.

Alasan paling mendasar dari pertanyaan tersebut adalah karena tidak ada penguasaan dan dominasi dalam skema perdagangan NFT. Dengan kata lain, tidak ada aktor dominan yang bisa mengendalikan harga di NFT.

Peneliti di Alan Turing Institute menyebut bahwa terdapat heterogenitas yang sangat luar biasa besar dalam perdagangan NFT. Seperti dikutip kompas.com, banyak karya seni digital NFT yang tersedia tapi tidak ada yang menguasai penentuan nilai atau harganya.

Nilai atau harga dari NFT sepenuhnya dibuat antara penjual dan pembeli bukan ditentukan pihak ketiga, seperti pada perdagangan konvesional yang membutuhkan campur tangan pemerintah atau perusahaan besar.

Skema perdagangan barang seperti ini mungkin mirip seperti skema perdagangan karya seni. Nilai satu lukisan dihasilkan dari hubungan yang kompleks antara penjual dan pembeli.

Selera dan tren yang menjadi dasar untuk menentukan harga bersifat dinamis dan tidak pasti. Seleran dan tren bisa ditafsirkan berulang-ulang oleh penjual dan pembeli, sebagaimana dikutip KompasTekno dari jurnal “The art machine: dynamics of a value generating mechanism for contemporary art”.

Demikian juga temuan dari Alan Turing Institute, yang pada dasarnya harga dari NFT bisa dinamis dan melambung karena semua orang bisa menentukkan harga dari NFT-nya, dan semua orang bebas mengajukan penawaran untuk membeli NFT itu.

Meski dinamis, Alan Turing Institute menemukan tiga faktor terbesar yang mempengaruhi penjual atau pembeli dalam menafsirkan harga di NFT, antara lain faktor visual, harga jual NFT sebelumnya, serta hubungan antara penjual dan pembeli.

Dalam menemukan faktor itu, para peneliti telah mempelajari data dari 4,7 juta NFT yang telah diperdagangkan oleh lebih dari 500.000 pembeli dan penjual. Dari ketiga faktor tersebut, faktor harga jual NFT sebelumnya menjadi 50 persen penentu keberagaman harga NFT.

Faktor harga jugal NFT sebelumnya itu misalnya NFT yang berupa gambar beruang dari PhantaBear, salah satu penjual NFT terkenal, kini dijual dengan harga 3.99 ETH. Maka, harga itu akan menjadi indikator penentuan harga untuk model NFT serupa di kemudian hari.

Kemudian, faktor terbesar kedua sebanyak 20 persen yang mempengaruhi harga NFT adalah kualitas visual dari NFT itu sendiri. Faktor ketiga sebanyak 10 persen yang memengaruhi harga NFT adalah popularitas dari penjual.

NFT biasanya diperdagangkan melalui skema lelang yang dapat dijumpai pada beberapa situs online, salah satunya yakni OpenSea.

Secara sederhana, OpenSea adalah marketplace atau pasar dimana pemilik NFT atau penjual dan kolektor atau pembeli dapat bertransaksi. OpenSea merupakan tempat jual-beli NFT pertama dan terbesar di dunia.

OpenSea memiliki 300.000 pengguna dengan lebih dari 34 juta NFT, yang terdiri dari berbagai macam barang, seperti foto, video, dan sebagainya. Mayoritas penjual dan pembeli di OpenSea menggunakan mata uang kripto berjenis Ethereum untuk bertransaksi.

Untuk mulai bertransaksi di OpenSea, baik itu menjual atau membeli, Anda harus memiliki akun terlebih dahulu, dan sebelum bisa mendaftarkan akun di OpenSea, Anda harus memiliki dompet digital mata uang kripto.

Fungsi dompet digital itu hampir mirip dengan layanan Gopay, Shopeepay, atau OVO. Dompet digital mata uang kripto berfungsi untuk mengonversi uang Anda menjadi uang kripto.

Salah satu dompet digital yang banyak digunakan untuk mengakses OpenSea adalah MetaMask. Dompet digital ini dapat Anda akses melalui browser Google Chrome sebagai extension, ponsel dengan sistem operasi Android, dan iOS.

Setelah Anda memiliki akun MetaMask, Anda dapat membeli Ethereum dengan klik opsi “Beli” yang berada di halaman awal aplikasi. Sedikit informasi, cara di atas dijajal menggunakan perangkat iOS, berbeda perangkat mungkin akan berbeda pula letak opsinya.

Anda dapat menukarkan uang yang Anda miliki dari Kartu Debit/Kredit yang mendukung layanan Visa. Saat proses membeli Ethereum, MetaMask juga bakal memberikan tinjauan perhitungan konversi mata uang biasa rupiah dengan mata uang kripto.

Namun, bila Anda ingin menggunakan kartu Debit/Kredit, Anda harus registrasi dulu dengan mengisi beberapa informasi diri Anda, seperti nomor telepon, tanggal kelahiran, alamat domisili, alamat e-mail aktif, dan sebagainya.

Setelah pengisian informasi diri selesai, MetaMask bakal mengirim pesan ke e-mail Anda untuk verifikasi lebih lanjut. Klik pesan masuk tersebut, kemudian lakukan foto tanda pengenal resmi seperti KTP atau Paspor.

Selanjutnya, Anda bakal diminta juga untuk verifikasi wajah. Setelah proses verifikasi selesai, tunggu beberapa saat hingga MetaMask mengkonfirmasi lagi. Setelah itu, Anda melakukan pembelian Ethereum menggunakan uang yang ada di kartu Debit/Kredit.

Ketika Anda sudah memiliki dompet digital mata uang kripto, Anda dapat mulai untuk transaksi NFT di OpenSea Sebelum mulai bertransaksi, Anda harus mendaftarkan akun dulu di OpenSea.

Kemudian, OpenSea bakal membuka extension MetaMask Anda untuk melakukan konfirmasi pendaftaran penjualan NFT. Perlu diketahui, untuk bisa mengkonfirmasi penjualan NFT, Anda harus memiliki setidaknya saldo sebesar 0,05 Ethereum di MetaMask.

Kemudian, setiap transaksi di OpenSea bakal ada biayanya sebesar 2,5 persen yang diambil dari hasil penjualan NFT. Anda juga bisa memperoleh royalti dari hasil penjualan NFT hingga maksimal 10 persen.

Selain menjual, Anda juga bisa membeli NFT yang tersedia di OpenSea. NFT tersebut dapat Anda simpan dan dijual lagi dikemudian hari.