Penggunaan masker berperan penting dalam menangkal virus COVID-19 khususnya varian Omicron

Penggunaan masker berperan penting dalam menangkal virus COVID-19 khususnya varian Omicron. Meskipun varian Omicron tidak seganas delta, namun Omicron telah menambah jumlah keterinfeksian virus tersebut belakangan ini.

Pada Jumat (14/01) lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperbarui pedoman memakai masker. Hal ini dilakukan di tengah gelombang COVID-19 yang dihadapi Amerika Serikat akibat varian Omicron.

CDC kini tidak secara spesifik merekomendasikan satu model masker. Orang-orang diharap dapat menggunakan masker dengan tingkat pelindungan terbaik yang ada dan dipakai dengan benar secara konsisten.

CDC mengakui untuk saat ini yang terpenting adalah mendorong orang-orang memakai masker dengan benar daripada hanya merekomendasikan jenis masker tertentu.

"Masker adalah alat kesehatan masyarakat yang penting untuk mencegah penyebaran COVID-19. Penting untuk diingat bahwa masker apapun lebih baik daripada sama sekali tidak menggunakan masker," tulis CDC seperti dikutip dari Reuters.

Mengingat penularan varian Omicron yang sangat cepat, para ahli mengatakan, mungkin perlu memilih kembali masker mana yang tepat untuk mencegah infeksi Omicron. 

Dilansir dari University of Utah Health, Jeremy Biggs, MD, MSPH, profesor di bidang kesehatan kerja dan lingkungan di University of Utah Health memberikan jawaban-jawaban atas banyaknya pertanyaan mengenai masker yang efektif untuk varian Omicron.

Masker kain lebih baik daripada tanpa masker. Namun, ia tidak seefektif masker bedah tiga lapis, KN95, atau respirator N95 dalam melindungi dari varian apa pun.

Memakai masker kain yang berlapis belum tentu efektif untuk mencegah infeksi virus. Biggs juga tidak menyarankan untuk memakai dua atau tiga masker kain.

Jika yang dipakai masker kain satu lapis, maka masuk akal untuk menggunakannya secara dobel dengan masker medis. 

Disarankan juga untuk mencuci masker kain setiap hari dengan air panas dan sabun, kemudian dijemur hingga kering. 

Masker bedah tiga lapis memang menawarkan perlindungan, tetapi tidak ada bukti bahwa memakai jenis masker ini, bahkan berlapis, membuatnya lebih efektif. 

Masker N95 dan KN95 lebih baik untuk semua varian COVID-19 jika dipakai dengan benar. 

Jenis masker ini seringkali sedikit lebih pas daripada masker bedah, dan bahannya juga menyaring lebih banyak partikel, sehingga udara dapat tersaring lebih baik. 

Perlu diketahui bahwa Institut Nasional untuk Keselamatan & Kesehatan Kerja (NIOSH) tidak mensertifikasi KN95. Lembaga tersebut, mengutip kompas.com, mensertifikasi N95, masker respirator tekanan negatif. 

Masker N95 yang berkualitas memiliki label pada kotak yang menyatakan bahwa produk tersebut disetujui FDA dan NIOSH. Sedangkan untuk masker KN95, periksalah mereknya untuk mengetahui apakah telah diuji oleh CDC.

Masker jenis KN95 tidak bisa dicuci, tetapi masih bisa dipakai kembali. Biggs menyarankan untuk memutarnya dan membiarkan masker selama sekitar satu hari sebelum dipakai kembali.