kedua parpol tersebut mendapat insentif elektoral di ibu kota

Direktur Program Nusantara Strategic Network (NSN) Riandi menyebutkan elektoral PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meningkat karena kerap mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dampaknya, kedua parpol tersebut mendapat insentif elektoral di ibu kota," kata Riandi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/01).

Berdasarkan survei NSN, menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan mencapai 22 persen disusul PSI sebesar 17,5 persen.

Puncak kritikan PDI Perjuangan dan PSI terhadap Anies, menurut Riandi, terkait rencana pelaksanaan balap mobil listrik atau Formula E di Jakarta hingga pengajuan hak interpelasi.

Selain itu, kedua partai di DPRD DKI itu menyoroti proyek sumur resapan yang menjadi program Anies untuk mengendalikan banjir, tapi kualitas pengerjaannya dianggap tidak optimal.

Sementara itu, elektabilitas partai pada urutan ketiga, yakni Golkar sekitar 8,3 persen, Gerindra 7,3 persen, PKS 5,8 persen, Nasdem 5,5 persen, dan Demokrat 5,0 persen.

Kemudian, ada PKB 2,5 persen, PPP 1,8 persen, Partai Ummat 1,5 persen, PAN 1,3 persen, Gelora 1,0 persen, Perindo 0,8 persen, Hanura 0,3 persen, PBB 0,3 persen, serta tidak tahu/tidak jawab sebesar 18,9 persen.

Lembaga survei NSN mensurvei sebanyak 400 responden mewakili seluruh wilayah DKI Jakarta dengan metode "multistage random sampling" dan pengambilan data secara tatap muka menerapkan protokol kesehatan, pada 5-15 Januari 2022. Tingkat kesalahan ("margin of error") survei 4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.